Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Literasi Lingkungan

Meresapi Lagu Berbau Alam dari Payung Teduh yang Meneduhkan

Klikhijau.com – Lagu-lagu Payung Teduh memiliki daya pikat tersendiri. Lirik-liriknya terdengar puitik dan lembut. Sejak mengeluarkan lagu pertama mereka Angin Pujaan Hujan nama  Payung Teduh mulai...

Oleh Tim Redaksi 13 Feb 2022 00:30 3 menit baca
Klikhijau.com – Lagu-lagu Payung Teduh memiliki daya pikat tersendiri. Lirik-liriknya terdengar puitik dan lembut. Sejak mengeluarkan lagu pertama mereka Angin Pujaan Hujan nama  Payung Teduh mulai dibincangkan. Padahal band beranggotakan  Ivan Penwyn, Comi Aziz Kariko,  Alejandro Saksakame dan Marsya Ditia ini, merupakan band indie Indonesia. Band ini beraliran fusi antara folk, keroncong, dan jazz. Khusus Marsya, ia merupakan personil baru (2018-sekarang) menggantikan Mohammad Istiqamah Djamad (Is) yang merupakan vocalis utama dan pertama band tersebut. [irp] Is  memutuskan keluar dari Payung Teduh pada tahun 2017 karena merasa  tidak lagi sejalan dengan band yang didirikannya itu. Band ini  lahir pada akhir 2007 lalu. Sejak mulai berkiprah di belantikan musik tanah air. Payung Teduh telah melahirkan banyak lagu. Di antara lagu-lagunya itu, ada beberapa yang berbau alam, di antaranya:  

Diantara Pepohonan

  Di antara pohon yang berjejal Kutemukan dirimu terpaku Melihat dedaunan yang jatuh ke tanah Bersimpuh menyembah semesta Terbungkus dalam kerinduan yang fana Mungkinkah seperti Apa yang biasa kutemukan Di penggalan kisah mimpiku Berdua berbincang bercerita Tentang langit biru Tentang rasa rindu Tentang senja dan hujan yang ku simpan Dan kukirimkan kepadamu Berharap kau berada di situ uh [irp]

Cerita Tentang Gunung dan Laut

  Ta-ra-ra-ru-ru-ru-rua Ta-ra-ra-ru-ru-ru-rua Ta-ra-ra-ru-ru-ru-rua Ta-ra-ra-ru-ru-ru-rua Ta-ra-ra-ru-ru-ru-rua Ta-ra-ra-ru-ru-ru-rua Ta-ra-ra-ru-ru-ru-rua Aku pernah berjalan di atas bukit Tak ada air Tak ada rumput Tanah terlalu kering untuk ditapaki Panas selalu menghantam kaki dan kepalaku Aku pernah berjalan di atas laut Tak ada tanah Tak ada batu Air selalu merayu Menggodaku masuk ke dalam pelukannya Tak perlu tertawa atau menangis Pada gunung dan laut Karena gunung dan laut Tak punya rasa Tak perlu tertawa atau menangis Pada gunung dan laut Karena gunung dan laut Tak punya rasa Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Aku tak pernah melihat gunung menangis Biarpun matahari membakar tubuhnya Aku tak pernah melihat laut tertawa Biarpun kesejukan bersama tariannya Tak perlu tertawa atau menangis Pada gunung dan laut Karena gunung dan laut Tak punya rasa Tak perlu tertawa atau menangis Pada gunung dan laut Karena gunung dan laut Tak punya rasa U-u-u-u-u-u U-u-u-u-u A-a-a-a-a-a A-a-a-a-a A-a-a-a-a U-u U-u-u-u-u-u-u U-u-u-u-u Pada gunung dan laut Karena gunung dan laut Tak punya rasa (Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua) Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua (Oh) Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua Pa-ra-ra-ru-ru-ru-rua [irp]

Makin Lelah

  Kupandangi langit Awan merah kelabu Matahari sudah Lelah berjalan Perjalanan ku belum berakhir Garis hidup masih tegang Mataku sudah selesai menatap Kaki ini segan melangkah Kaki ini segan melangkah Langit menggelap Padang rumput semakin samar Bayangan pohon memudar Aku masih harus berjalan Makin jauh Makin lelah Makin jauh Makin lelah Perjalanan ku belum berakhir Garis hidup masih tegang Mataku sudah selesai menatap Kaki ini segan melangkah Kaki ini segan melangkah Langit menggelap Padang rumput semakin samar Bayangan pohon memudar Aku masih harus berjalan Makin jauh Makin lelah Makin jauh Makin lelah Makin jauh Makin lelah Makin jauh Makin lelah Itulah lagu payung teduh berbau alam yang layak didengarkan...selama mendengarkan, sahabat hijau! [irp]
Topik terkait
#kampanye lingkungan #lagu lingkungan #lagu bertema lingkungan #payung teduh #lirik lagu payung teduh #band payung teduh