Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Merayakan Kisah Pemulihan Satwa Liar di Hari Spesies Terancam Punah 2026

Klikhijau.com –  Hari Spesies Terancam Punah dirayakan setiap tahun pada hari Jumat ketiga bulan Mei. Jadi, tanggalnya tidak pasti. Acak saja. Tahun ini, tanggal peringatannya jatuh pada tanggal 15...

Oleh Tim Redaksi 15 May 2026 15:23 3 menit baca
Klikhijau.com –  Hari Spesies Terancam Punah dirayakan setiap tahun pada hari Jumat ketiga bulan Mei. Jadi, tanggalnya tidak pasti. Acak saja. Tahun ini, tanggal peringatannya jatuh pada tanggal 15, yang bertepatan dengan Jumat ketiga bulan Mei. Tema Hari Spesies Terancam Punah tahun ini adalah “Merayakan Kisah Pemulihan Satwa Liar. Memperjuangkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah.” Tema ini berfokus pada spesies yang telah pulih setelah hampir punah, sebagian besar berkat perlindungan hukum dan upaya konservasi selama beberapa dekade. Menurut Koalisi Spesies Terancam Punah, Undang-Undang Spesies Terancam Punah kini melindungi lebih dari 2.000 spesies yang terancam dan hampir punah di seluruh Amerika Serikat. [irp] “Selagi kita merayakan keberhasilan konservasi ini, kita juga harus memperbarui komitmen kita untuk melindungi hukum yang memungkinkan keberhasilan tersebut,” Susan Holmes, direktur eksekutif Koalisi Spesies Terancam Punah . Perayaan tahun ini menandai Hari Spesies Terancam Punah yang ke-21, yang kini dirayakan secara global untuk menandai pentingnya melindungi satwa liar yang terancam dan hampir punah serta habitatnya. “Hari Spesies Terancam Punah adalah perayaan sekaligus seruan untuk bertindak,” ujar   Holmes. Saat ini, harus diakui dan disadari bahwa banyak spesies yang berjuang keluar dari zona kepunahan. Karena itu, sudah semestinya kita lebih memperhatikan dunia kehidupan di sekitar mereka. Banyak hewan tidak hanya kehilangan lahan ketika habitat menyusut. Mereka kehilangan kesinambungan, yang memengaruhi cara mereka bergerak, mencari makan, dan bertahan hidup. Jalur migrasi terputus, rantai makanan mulai melemah, dan tempat berkembang biak yang aman perlahan menghilang. [irp] Kerusakan tidak hanya terjadi di satu tempat. Kerusakan menyebar, secara diam-diam namun terus-menerus, ke setiap sudut ekosistem. Ancaman lebih ngeri dan nyata juga datang dari sisi lain, perubahan iklim. Dampaknya luar biasa, sebab  musim kehilangan ritmenya. Hujan datang terlambat atau tiba-tiba. Panas bertahan lebih lama dari seharusnya. Beberapa spesies mencoba beradaptasi, memperluas batas kemampuan mereka, mengubah perilaku mereka. Banyak yang tidak mampu mengikuti kecepatan perubahan tersebut. Sayangnya, tidak semua ancaman datang secara tidak langsung. Beberapa ancaman bersifat langsung dan disengaja. Perburuan, perdagangan, dan eksploitasi menghilangkan hewan dari alam liar lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk pulih. Kita sering menganggap menganggap spesies sebagai entitas terpisah, masing-masing menjalani kisahnya sendiri. Namun kenyataannya, semuanya saling terhubung. [irp] Hilangkan satu mata rantai, dan rantai tersebut tidak hanya melemah. Rantai itu mulai berperilaku berbeda, seringkali di luar dugaan. Manusia hidup di dalam sistem ini, bukan di luarnya. Hutan menyaring udara. Lahan basah menyerap kelebihan air. Lautan mengatur suhu dalam skala yang terlalu besar untuk dipahami sepenuhnya. Namun, tidak setiap kisah berakhir dengan kehilangan. Beberapa kisah, perlahan tapi pasti, mengarah pada pemulihan. Banyak kisah-kisah pemulihan yang bisa menginspirasi untuk kita lebih tangguh dalam melestarikan spesies yang terancam punah. Kita tengok saja populasi elang botak pernah berkurang hingga kurang dari 500 pasang yang berkembang biak akibat hilangnya habitat, perburuan, dan paparan pestisida. [irp] Populasi spesies ini telah pulih hingga mencapai sekitar 14.000 pasang yang berkembang biak setelah adanya perlindungan berdasarkan ESA dan pelarangan DDT. Demikian pula dengan serigala abu-abu juga mengalami pemulihan yang dramatis. Sejak serigala diperkenalkan kembali ke Taman Nasional Yellowstone pada tahun 1995, populasi di 48 negara bagian bagian selatan AS telah meningkat menjadi sekitar 7.500 ekor. Hal tersebut terjadi pula pada populasi burung kondor California, burung darat terbesar di Amerika Utara – telah meningkat dari hanya 22 individu pada tahun 1980-an menjadi lebih dari 500 individu saat ini. Selain yang disebutkan di atas, tentu masih banyak populasi spesies yang perlahan bangkit. Meski begitu, tidak sedikit pula yang benar-benar berjuang keluar dari jurang kepunahan. Dan untuk mencegah hal itu terjadi, maka diperlukan kesadaran untuk segera bertindak. [irp] Sumber: Earth
Topik terkait
#satwa liar #spesies terancam punah #melindungi satwa liar #pemulihan #spesies satwa liar