Merasakan Perihnya Gigitan Lagu Band Gigi tentang Lingkungan
Klikhijau.com – Suara lingkungan tak melulu datang dari aktivis lingkungan. Berbagai kalangan bebas menyuarakannya agar memberi efek kesadaran lebih menyeluruh dan menyentuh. Para musisi pun tidak...
Indonesia
menyusuri pasir putihmu ku rasakan keindahanmu hu…hu…hu…hu… deburan ombak menyapaku seperti nyanyian malam sunyi membelai bertabur bintang
dan senyuman sang bulan purnama bayang rimbun kehijauanmu menyatakan suburmu hu…hu…hu…hu… dan selalu memenuhi panggilan sang ibu pertiwi menggetarkan… tapi semua itu cerita yang usang
perjalananku ini hanyalah ilusi kata kata ku ini sebuah khayalan jamrud khatulistiwa tinggallah namamu kebesaranmu itu telah dihancurkan
dulu namamu dihormati diagungkan di muka bumi hu…hu…hu…hu… keharumanmu menyebarkan kecantikan yang maha kuasa membanggakan… tapi semua itu cerita yang usang
Lagu berjudul Indonesia ini, menggambar kegelisahan akan negara tercinta Indonesia. Negara yang terkenal memiliki tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah, namun tidak membawa kebanggaan (kesejahteraan) bagi masyarakatnya Keindahan alam Indonesia “menyusuri pasir putihmu, kurasakan keindahanmu,” perlahan memudar karena diterpa bencana dan kerakusan segelintir orang yang merusaknya. Kebesaran Indonesia telah dihancurkan sehingga semua cerita menjadi usang. Dan pada lagi Bumi Meringis suara keseresahan Gigi jauh lebih tampak akan kerusakan lingkungan. simaklah lagu ini: [irp]Bumi Meringis
Suara tangis yang merintih Tanda bumi sedang menangis Langit merah di atas sana Kesaksian alam semeesta
Jalan pikiran manusia selalu ada perbedaan Kekuasaan, kenistaan Yang akan menjadi malapetaka
Dan lihatlah wajah mereka Bagaikan rasa yang terbuang
Hampir semua tak percaya Bagaikan rasa yang terbuang Hampir semua tak percaya
Keadaan yang semestinya Hingga hilang ditelan gelap Dan matahari pun terlelap
Hilang Hampa Bias melayang Hancur Musnah Alam pun murka
Apa yang terdapat pada lagu di atas bukan ilusi, bukan imajinasi, tapi kenyataan yang harus diakui dan diterima sebagai akibat dari ulah manusia sendiri. Pada lagu di atas bisa dilihat penyebab “alam pun murka” karena dua hal, Kekuasaan, kenistaan, yang akan menjadi malapetaka.” Kekuasaan memiliki daya kebaikan yang dahsyat dan juga daya hancur yang beringas. Longgarnya izin pembukaan lahan, mudahnya perizinan industri, tidak tegasnya aturan pengelolaan sampah, dan lemahnya hukum di bidang lingkungan menjadi bagian penyebab kehancuran lingkungan. Padahal jika pemerintah “kekuasaan” berpihak pada lingkungan maka kehancuran itu bisa saja dihindari. Hal kedua yang menjadi penyebab malapetaka menurut lagu itu, yakni kenistaan. Kenistaan bisa diartikan sebagai perbuatan buruk, salah satunya adalah pencitraan. Banyak orang, pejabat atau lembaga yang mengatasnamakan diri peduli lingkungan padahal itu adalah pencitraan saja. Dan menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, pengelolaan lingkungan hidup karena pencitraan bisa menyesatkan (Baca DI SINI). Hmmm, selamat mendengarkan dua lagu Gigi di atas yang terasa sangat menggigit. [irp]