Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Literasi Lingkungan

Merasakan Perihnya Gigitan Lagu Band Gigi tentang Lingkungan

Klikhijau.com – Suara lingkungan tak melulu datang dari aktivis lingkungan. Berbagai kalangan bebas menyuarakannya agar memberi efek kesadaran lebih menyeluruh dan menyentuh. Para musisi pun tidak...

Oleh Tim Redaksi 02 Oct 2021 04:51 4 menit baca
Klikhijau.com – Suara lingkungan tak melulu datang dari aktivis lingkungan. Berbagai kalangan bebas menyuarakannya agar memberi efek kesadaran lebih menyeluruh dan menyentuh. Para musisi pun tidak tinggal diam melihat lingkungan yang rusak. Banyak dari mereka yang terjun langsung mengabdikan dirinya pada lingkungan. Terlibat langsung pada aksi nyata. Masalah lingkungan memang bukan masalah satu orang saja, tapi semua orang, semua kalangan, dan semua jenis kelamin dan semua jenis profesi. Musisi juga mendapat dampak dari rusaknya lingkungan, tidak terkecuali Band Gigi yang digawangi oleh Gusti Hendy (drumer), dan Thomas Ramdhan (basist), Dewa Budjana  (gitaris), dan Armand Maulana (vokalis). [irp] Dalam hal isu lingkungan, Band Gigi memang tidak asing. Para personilnya gencar mengajak masyarakat agar peduli lingkungan. Pada tahun 2018 lalu, Armand Maulana pernah mengungkapkan jika  persoalan lingkungan  membutuhkan perhatian dan upaya bersama, bukan hanya satu pihak, tapi  semua pihak. Untuk mengatasi masalah lingkungan, menurutnya dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Kita harus bahu-membahu dalam melakukan tindakan nyata. Salah satu tindakan nyata yang bisa dilakukan adalah menanam pohon. "Kita seperti memperpanjang napas anak cucu kita nanti. Kita memberikan cadangan oksigen bagi kelangsungan hidup manusia. Setidaknya dengan menanam pohon sudah membantu bumi menjadi lebih hijau. Satu orang, satu pohon saja. Untuk anak cucu kita nanti," katanya kalah itu, seperti dikutip dari  mediaindonesia.com Pada tahun 2018 lalu itu pula, Band Gigi ditunjuk untuk jadi duta lingkungan oleh Djarum Trees For Life (DTFL), yang merupakan sebuah movement penghijauan yang dicanangkan oleh Djarum Foundation. Selain terlibat langsung pada aksi lingkungan, sebagai musisi, Gigi juga menyuarakan persoalan lingkungan melalui lagu. Berikut dua lagi dari band yang lahir tahun 1994 itu: [irp]

Indonesia

menyusuri pasir putihmu ku rasakan keindahanmu hu…hu…hu…hu… deburan ombak menyapaku seperti nyanyian malam sunyi membelai bertabur bintang

dan senyuman sang bulan purnama bayang rimbun kehijauanmu menyatakan suburmu hu…hu…hu…hu… dan selalu memenuhi panggilan sang ibu pertiwi menggetarkan… tapi semua itu cerita yang usang

perjalananku ini hanyalah ilusi kata kata ku ini sebuah khayalan jamrud khatulistiwa tinggallah namamu kebesaranmu itu telah dihancurkan

dulu namamu dihormati diagungkan di muka bumi hu…hu…hu…hu… keharumanmu menyebarkan kecantikan yang maha kuasa membanggakan… tapi semua itu cerita yang usang

Lagu berjudul Indonesia ini, menggambar kegelisahan akan negara tercinta Indonesia. Negara yang terkenal memiliki tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah, namun tidak membawa kebanggaan (kesejahteraan) bagi masyarakatnya Keindahan alam Indonesia “menyusuri pasir putihmu, kurasakan keindahanmu,” perlahan memudar karena diterpa bencana dan kerakusan segelintir orang yang merusaknya. Kebesaran Indonesia telah dihancurkan sehingga semua cerita menjadi usang. Dan pada lagi Bumi Meringis suara keseresahan Gigi jauh lebih tampak akan kerusakan lingkungan. simaklah lagu ini: [irp]

Bumi Meringis

Suara tangis yang merintih Tanda bumi sedang menangis Langit merah di atas sana Kesaksian alam semeesta

Jalan pikiran manusia selalu ada perbedaan Kekuasaan, kenistaan Yang akan menjadi malapetaka

Dan lihatlah wajah mereka Bagaikan rasa yang terbuang

Hampir semua tak percaya Bagaikan rasa yang terbuang Hampir semua tak percaya

Keadaan yang semestinya Hingga hilang ditelan gelap Dan matahari pun terlelap

Hilang Hampa Bias melayang Hancur Musnah Alam pun murka

Apa yang terdapat pada lagu di atas bukan ilusi, bukan imajinasi, tapi kenyataan yang harus diakui dan diterima sebagai akibat dari ulah manusia sendiri. Pada lagu di atas bisa dilihat penyebab “alam pun murka” karena dua hal, Kekuasaan, kenistaan, yang akan menjadi malapetaka.” Kekuasaan memiliki daya kebaikan yang dahsyat dan juga daya hancur yang beringas. Longgarnya izin pembukaan lahan, mudahnya perizinan industri, tidak tegasnya aturan pengelolaan sampah, dan lemahnya hukum di bidang lingkungan menjadi bagian penyebab kehancuran lingkungan. Padahal jika pemerintah “kekuasaan” berpihak pada lingkungan maka kehancuran itu bisa saja dihindari. Hal kedua yang menjadi penyebab malapetaka menurut lagu itu, yakni kenistaan. Kenistaan bisa diartikan sebagai perbuatan buruk, salah satunya adalah pencitraan. Banyak orang, pejabat atau lembaga yang mengatasnamakan diri peduli lingkungan padahal itu adalah pencitraan saja. Dan menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, pengelolaan lingkungan hidup karena pencitraan bisa menyesatkan (Baca DI SINI). Hmmm, selamat mendengarkan dua lagu Gigi di atas yang terasa sangat menggigit. [irp]
Topik terkait
#kampanye lingkungan #band gigi #suara lingkungan #lagu tentang lingkungan #musisi indonesia