Menuju Industri 4.0, Pertamina Jadikan Limbah Daun Nanas Pengganti Fiberglass

Klikhijau.com - Selai nanas kerap menjadi pilihan ketika saya membeli roti tawar. Rasanya lebih menyatu jika tersentuh lidah. Selain itu saya punya kenangan dengan nanas. Di depan rumah tumbuh nana...

Menuju Industri 4.0, Pertamina Jadikan Limbah Daun Nanas  Pengganti Fiberglass
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com - Selai nanas kerap menjadi pilihan ketika saya membeli roti tawar. Rasanya lebih menyatu jika tersentuh lidah. Selain itu saya punya kenangan dengan nanas.

Di depan rumah tumbuh nanas secara alami (tak dikembangbiakkan), ketika berbuah dan ada yang masak, biasanya menjadi rebutan. Daun dibiarkan begitu saja, lebur dengan tanah.

Sayangnya nanas yang tumbuh di depan rumah itu tidak banyak. Padahal nanas adalah tanaman yang menjanjikan secara ekonomi. Sebab buahnya merupakan salah satu buah ekspor unggulan di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, negara kita tercinta, Indonesia mengekspor nanas segar sebesar 9.586 ton. Sedangkan untuk periode Januari – Oktober 2018 ekspor meningkat menjadi 11.247 ton atau naik sebesar 17,5 persen. Wow, kan?

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa minat pasar terhadap buah nanas cukup tinggi.  Apakah hanya buahnya saja yang bernilai “uang”? Rupanya tidak, daun nanas kini telah memiliki harga. Sayangnya masih banyak petani yang belum tahu mengenainya.

Fatmawati Ade, salah satu petani di Luwuk, Sulawesi Tengah mengaku bisa memperoleh rata- rata penghasilan sekali panen dari menjual daun nanas sebesar Rp1.000.000 atau Rp2.500 per kg dari  lahan nanasnya dengan seluas 3.000 M2. Jumlah tersebut meningkat drastis apabila pohon nanas sepenuhnya diganti setelah 3 kali panen.

“Setiap satu kali panen daun nanas terluar sudah mulai tua dan jika dibiarkan akan layu sendiri, bersyukur setelah ada kerjasama bisa mendapat tambahan keuntungan lain,” terangnya.

Pendapatan Fatma tersebut disebabkan  karena kini daun nanas mulai  dimanfaatkan sebagai olahan alternatif. Inovasi ini “ditemukan”   Tim Project Collaboration Improvement (PCP) Gammara dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi.

Tim tersebut melakukan inovasi memanfaatkan limbah daun nanas sebagai pengganti fiberglass. Pemanfaatan itu berdampak baik pada lingkungan dan petani. Dampak baiknya pada lingkungan karena  berbahan nabati dan ramah lingkungan, sedangkan bagi petani dari segi ekonominya.

Fiberglass sendiri merupakan material yang menjadi komponen utama bodi kapal ringan, digunakan untuk memperbaiki kapal yang mengalami kebocoran.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2