Menuju Industri 4.0, Pertamina Jadikan Limbah Daun Nanas Pengganti Fiberglass

Klikhijau.com - Selai nanas kerap menjadi pilihan ketika saya membeli roti tawar. Rasanya lebih menyatu jika tersentuh lidah. Selain itu saya punya kenangan dengan nanas. Di depan rumah tumbuh nana...

Menuju Industri 4.0, Pertamina Jadikan Limbah Daun Nanas  Pengganti Fiberglass
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Daun nanas yang merupakan material residu serta lebih mudah untuk didapatkan, digunakan sebagai bahan dasar pengganti material sintetis atau kimia seperti fiberglass.

Cara pembuatan daun nanas menjadi pengganti fiberglass tidak terlalu rumit. Daun yang sudah dikumpulkan  selanjutnya diolah kembali hingga menjadi serat daun nanas.

Serat daun nanas inilah yang diproses menjadi bahan siap pakai atau patch sebagai pengganti bahan fiberglass untuk perbaikan kapal fiber yang rusak atau mengalami kebocoran.

Patch serat daun nanas ini dikemas dalam bentuk paket bersama dengan resin dan katalis sebagai bahan campuran untuk perekatan. Penggunaannya pun sangat mudah, cukup dengan menuangkan cairan resin dan katalis ke dalam kemasan patch yang berisi serat nanas lalu campurkan hingga rata.

Setelah itu, patch tersebut dapat ditempelkan ke bagian yang bocor untuk selanjutnya didiamkan 2-3 jam hingga kering.

GM Marketing Operation Region VII PT Pertamina (Persero), Werry Prayogi mengatakan, inovasi itu berdampak positif terhadap penghematan biaya serta waktu perbaikan kapal di Pertamina.

“Melalui pembuatan dan penggunaan patch berbahan serat daun nanas, dapat menghemat biaya operasional senilai Rp413 juta per tahun. Itu pun baru di Sulawesi saja,” ujarnya

Apa yang dilakukan  Tim PCP Gammara dengan menyulap daun nanas menggantikan fiberglass merupakan salah satu langkah Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang berwawasan global untuk menuju industri 4.0 dengan menciptakan inovasi  ramah lingkungan yang berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dengan adanya inovasi tersebut, semoga petani nanas Indonesia bisa tersenyum lebar.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2