Menteri LHK: Pemerintah Sedang dan Terus Bekerja Keras Atasi Karhutla
Klikhijau.com – Menteri LHK memastikan upaya penanggulangan karhutla serta asap di Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan. Sabtu siang (21 September) dilaporkan hujan turun di Palangkaraya serta seba...
Klikhijau.com – Menteri LHK memastikan upaya penanggulangan karhutla serta asap di Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan. Sabtu siang (21 September) dilaporkan hujan turun di Palangkaraya serta sebagian Kaltim dan Kalsel.
Hujan buatan juga terus dilakukan di Riau. Mengingat di provinsi ini mengalami dampak asap karhutla dari provinsi tetangga (Jambi dan Sumsel).
Menteri Siti menegaskan, dirinya terus berkomunikasi dengan Pangdam dalam penanganan karhutla dan asap di Jambi dan Sumsel.
“Meski hari ini hotspot relatif menurun, namun penanganan dampak asap sangat penting untuk terus menerus dilakukan. Dengan cara hujan buatan atau teknik modifikasi cuaca,” ujar Menteri Siti.
[irp posts="8855" name="KLHK dan Kementan Himbau Pemegang Izin Usaha Patuhi Aturan Pengendalian Karhutla"]
Satgas terus berupaya keras melakukan modifikasi cuaca dan water boombing. Tim pemadam darat juga terus bekerja siang malam untuk memadamkan titik api.
Tantangan pemadaman saat kebakaran terjadi di lahan gambut yang sulit dipadamkan.
Berdasarkan data planologi KLHK, jumlah areal terbakar di Sumatera seluas 84.832 hektar, Kalimantan 98.316 hektar, dan Papua/Papua Barat seluas 6.296 hektar.
“Saat ini publik tengah membahas hanya karhutla Sumatera dan Kalimantan. Namun terdapat beberapa areal di daerah lain yang sedang mengalami karhutla. Jadi sebetulnya kita tidak bicara angka 328.000 hektar terbakar. Perlu juga ditegaskan bahwa 107.000 hektar di NTT merupakan rumput baru di savanah,” ungkap Menteri Siti.
Seiring dengan upaya pemadaman, Menteri Siti juga menyampaikan bahwa telah dilakukan penegakan hukum pada lingkup kewenangan KLHK. Dengan penyegelan terhadap 52 perusahaan pemegang izin konsensi, dengan total luas area sekitar 8.931 hektar.
[irp]