Menilik Ekonomi Biodiversitas Indonesia dari Perspektif Sains dan Kebijakan

Klikhijau.com – Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) menggelar akan menggelar diskusi menarik mengenai isu ekonomi biodiversitas Indonesia. Rangkaian acara ini terdiri dari lima sesi yang digelar vir...

Menilik Ekonomi Biodiversitas Indonesia dari Perspektif Sains dan Kebijakan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) menggelar akan menggelar diskusi menarik mengenai isu ekonomi biodiversitas Indonesia. Rangkaian acara ini terdiri dari lima sesi yang digelar virtual pada rentang tanggal 25 hingga 29 Maret 2021.

ALMI Merupakan wadah bagi ilmuwan muda terkemuka Indonesia yang didirikan untuk mendorong peran ilmuwan muda dalam memajukan ilmu pengetahuan dan budaya ilmiah unggul di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan daya saing bangsa.

Pada diskusi berseri ini, ekonomi biodiversitas akan dibahas dari perspektif sains, kebijakan, maupun mengenai peluang dan tantangan ke depan. Isu ini tentu menarik mengingat masa depan dan pembangunan kita sangat bergantung pada seberapa baik kita menjaga biodiversitas.

Adapun sesi diskusi yang akan digelar antara lain; (1) Bedah laporan ekonomi biodiversitas yang baru saja terbit “The Dasgupta Review”; (2) Diskusi masa depan biodiversitas dan ekonomi Indonesia menurut kaum muda; (3) Paparan temuan awal tentang hubungan biodiversitas dan pertanian di tiga daerah yaitu Riau, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat.

Rangkaian acara Ekonomi Biodiversitas Indonesia mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan, praktisi muda untuk berdiskusi tentang peluang dan tantangan untuk keberlanjutan ekonomi dan keberlanjutan biodiversitas di Indonesia yang berbasis sains.

Rangkaian acara ini diselenggarakan atas kerja sama ALMI, Research Center for Climate Change (RCCC) Universitas Indonesia, World Research Institute (WRI) Indonesia, The Food and Land Use Coalition, dan didukung oleh  Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Negeri Papua sebagai bukti komitmen dalam mensinergikan keberlanjutan ekonomi dan keberlanjutan biodiversitas Indonesia.

Bedah Laporan The Economics of Biodiversity: The Dasgupta Review

Sesi pertama dari rangkaian acara ini menghadirkan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro.

“Sebagai organisasi induk yang menaungi ALMI, AIPI menyampaikan apresiasi kepada ALMI yang menyelenggarakan acara ini sebagai wujud kontribusi sains untuk biodiversitas Indonesia”, ujar Prof. Satryo dalam sambutannya.

Salah satu laporan penting yang disorot dalam The Dasgupta Review adalah bahwa secara kolektif masyarakat dunia telah salah mengelola sumber daya alam karena kebutuhan konsumsi yang jauh melebihi kapasitasnya.

Kemakmuran dunia saat ini telah menghancurkan alam, dan diperlukan 1,6 bumi untuk mempertahankan standar kehidupan dunia saat ini.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2