Mengubah Cara Pandang Lewat Mobil Mikroplastik Journey, Kala Lorong Madrasah Bergerak Menuju Zero Waste

Mengubah Cara Pandang Lewat Mobil Mikroplastik Journey, Kala Lorong Madrasah Bergerak Menuju Zero Waste
Mengubah Cara Pandang Lewat Mobil Mikroplastik Journey: Kala Lorong Madrasah Bergerak Menuju Zero Waste. -Foto: Ist
Bacakan Artikel

Pengamatan pada media lain menghasilkan temuan yang tak kalah mengejutkan. Pada permukaan daun tanaman di lingkungan sekolah ditemukan 4 fiber, 6 fragmen, dan 2 filamen. Bahkan, uji usap pada kulit tangan anak-anak merekam angka yang cukup tinggi: 35 fiber, 5 filamen, dan 1 fragmen. Penemuan ini menegaskan realitas ekologis hari ini bahwa pencemaran mikroplastik telah menyusup ke dalam ruang terdekat manusia.

Bagi Jazila, temuan tersebut menjadi momen yang memantik kesadaran baru. Ia teringat pada kepulan asap yang kerap membubung di sekitar kediamannya.

"Rumahku dekat tempat pembuangan sampah, baunya sering sampai rumah. Ada juga tetanggaku yang bakar sampah, asapnya sampai kecium di rumahku. Awalnya aku ngira kalau asap bakar sampah dan sampah dibakar itu bisa hilang terkena angin. Ternyata bakar sampah malah bikin mikroplastik terbentuk dan mengotori udara," tuturnya polos.

Penjelasan sains sederhana mengenai termodegradasi plastik, proses di mana ikatan polimer plastik terputus akibat paparan panas pembakaran dan terlepas ke udara sebagai partikel mikro, kini menjadi sangat masuk akal bagi anak-anak tersebut. Pembakaran tidak melenyapkan materi; ia hanya memecahnya menjadi bentuk yang lebih berbahaya dan mudah terhirup masuk ke paru-paru.

Siswa lain, Alby dari kelas 5, mengamati pola serupa pada sampel daun yang diambil dari area dekat lokasi pembakaran sampah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: