Mengintip Gerakan Ekoliterasi Kaum Muda Milenial

Gerakan ekologi yang diinisiasi anak muda beberapa dekade ini menunjukkan adanya radikalisasi politik advokatif-ekologis kaum muda terhadap persoalan lingkungan hidup yang melanda di Indonesia. Par...

Mengintip Gerakan Ekoliterasi Kaum Muda Milenial
Bacakan Artikel

Ini sebagai bentuk komitmen politik kaum muda untuk mendorong demokratisasi pengetahuan agar buku-buku mudah diakses oleh siapapun tanpa persyaratan administratif.

Tetapi komunitas literasi ini mengalami penggeseran dengan wacana-wacana yang berkembang kuat dalam komunitas.

Menimbulkan kegelisahan pegiat literasi akan kerusakan lingkungan yang nyatanya dilakukan oleh para intelektual, teknokrat dan lainnya yang telah menciderai visi poliitik keilmuwan transformatif.

[irp posts="2386" name="Diskusi Bersama, P3E Suma dan ICMI Ungkap Kata Al Quran Tentang Lingkungan"]

Kedua, anak muda ini membangun model politik lingkungan sehari-hari dengan cara menanam tanaman untuk kebutuhan, obat dan melakukan penghijauan di sekitar komunitas. Secara basis, pengetahuan pegiat literasi banyak terinspirasi oleh ide-ide Capra tentang ekoliterasi dalam menanggulangi kerusakan lingkungan.

Rumah baca komunitas Yogyakarta

Gerakan kaum muda yang hadir dengan basis komunitas ini ada di Rumah baca komunitas di Yogyakarta yang mana sejak 2014. RBK mengawali gerakan ekoliterasi sebagai manifestasi aksiologis keilmuwan.

Bertujuan agar pengetahuan yang dimiliki oleh pegiat literasi bukan hanya memberikan kontribusi keilmuwan melalui wacana yang diproduksi dikalangan anak muda. Tetapi membangun basis aksiologis-praksis (implementasi kelimuwan untuk keberpihakan sosial bagi kelompok marginal).

Misalnya, RBK membangun ekological habitus anak muda dengan berkebun untuk menghadapi serbuan pasar yang disukai anak-anak millenial bahkan menghadirkan produk anarcho; minuman kombucha.

Kerja-kerja politik fundamental ini terus dilakukan dengan melibatkan sebanyak mungkin anak muda untuk terlibat dalam diskusi-diskusi. Dan praktek ekologi untuk membangun kesadaran ekologis sehingga mewujudkan kewarganegaraan ekologis (ecological citizenship).

Bagi pegiat literasi peran anak muda untuk menyelamatkan lingkungan hidup harus dimulai dari praktik keseharian mereka. Menuju advokasi isu-isu lingkungan dalam membangun warga negara yang revolusioner.

[irp posts="2211" name="Memahami Bumi Sebagai Rahim Ibu"]

Sekolah Pemuda Ekoliterasi

Gerakan ekologi kaum muda terus berlipat ganda di belahan bumi, generasi ini resah, muak dan melawan segala bentuk kebijakan politik yang bercorak kapitalistik atau penguasa yang hanya menjadi pelayan pasar.

Anak-anak muda ini tak lelah mencari inspirasi untuk membangun radikalisasi gerakan atau perubahan transformatif secara kultural maupun struktural. Ruang-ruang media berusaha mereka penuh melalui peran mereka sebagai warga negara yang berdaya atau berdaulat.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: