Mengintip Gerakan Ekoliterasi Kaum Muda Milenial

Gerakan ekologi yang diinisiasi anak muda beberapa dekade ini menunjukkan adanya radikalisasi politik advokatif-ekologis kaum muda terhadap persoalan lingkungan hidup yang melanda di Indonesia. Par...

Mengintip Gerakan Ekoliterasi Kaum Muda Milenial
Bacakan Artikel

Gerakan ekologi yang diinisiasi anak muda beberapa dekade ini menunjukkan adanya radikalisasi politik advokatif-ekologis kaum muda terhadap persoalan lingkungan hidup yang melanda di Indonesia.

Para anak muda ini tersebar dalam beragam organisasi baik yang berafiliasi dengan internasional, nasional dan lokal (Suharko dan dkk, 2014: 29-30).

Namun, gerakan kaum muda berbasis komunitas memiliki keberlanjutan dan daya tahan yang progresif dengan spektrum transformasi sosial.

Radikalisasi ini dibuktikan dengan gerakan kaum muda dalam melakukan advokasi terhadap konflik agraria khususnya mereka yang tergabung dalam gerakan Front Nadhyin untuk kedaulatan sumber daya alam dan kader hijau Muhammadiyah.

Gerakan ini secara radikal melawan arogansi penguasa yang berselingkuh bersama korporasi untuk merusak alam atas nama kesejahteraan baik di Kendeng, Kerawang dan lainnya.

[irp posts="2409" name="Sejumlah SD se-Kecamatan Manggala Ikut Penguatan Pendidikan Lingkungan Hidup"]

Ini hanya contoh bagaimana anak muda mengambil posisi dan peran politiknya dalam pembangunan. Selama masa Orde Baru, konstruksi anak muda yang baik itu ditentukan oleh negara.

Peduli akan lingkungan

Namun hari ini anak-anak muda yang progresif adalah mereka yang memiliki keberpihakan sosial, kesadaran politik, literat, organisatoris dan peduli akan lingkungan.

Di Yogyakarta khususnya, kaum muda progresif ini tersebar dalam beragam organisasi yang memiliki konsen pada isu lingkungan yang berbeda.

Ada yang fokus pada pengelolaan sampah seperti bank sampah yang biasanya diinisiasi oleh mahasiswa di kampus-kampus untuk masyarakat.

Ada organisasi peduli lingkungan hidup yang memiliki jaringan gerakan secara nasional namun mengakar pada masyarakat. Tetapi gerakan kaum muda berbasis komunitas literasi dengan agenda ekoliterasi masih jarang.

Ini yang menjadikan gerakan ekologi anak muda ini menarik dengan dua alasan. Pertama, gerakan literasi selama ini konsen akan penyediaan buku-buku untuk publik.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: