Mengenai Obesitas, Benarkah Fruktosa adalah Pemicunya?

Klikhijau.com – Obesitas atau berat badan berlebihan. Selama ini selalu dikaitkan dengan pola makan. Meski para ahli kesehatan masih berdebat alot dengan penyebab yang sebenarnya. Penyebabnya apaka...

Mengenai Obesitas, Benarkah  Fruktosa adalah Pemicunya?
Bacakan Artikel

Fruktosa dan glukosa bergabung menjadi sebuah senyawa kimia, yaitu sukrosa, yang lebih dikenal dengan gula (table sugar) dan sering dikonsumsi sehari-hari sebagai bahan pemanis, (Choirunnisa dkk, 2019).

Pendorong obesitas

Hal yang unik dari studi yang dipimpi Johnson tersebut  bahwa masalah utama yang mendorong obesitas adalah fruktosa.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Obesitas tersebut, saat tubuh memecah fruktosa, tubuh menghabiskan energi aktif yang disebut adenosin trifosfat  atau disingkat ATP. Dengan berkurangnya tingkat energi ini, maka akan memicu rasa lapar dan peningkatan konsumsi makanan.

Hipotesis kelangsungan hidup fruktosa yang diperkenalkan oleh Dr. Johnson mengintegrasikan teori keseimbangan energi, yang menyiratkan bahwa asupan makanan berlebihan, terutama lemak, adalah akar penyebab obesitas.

Pada saat yang sama, hipotesis baru mengakui model karbohidrat-insulin yang memprioritaskan karbohidrat sebagai pemicu utama penambahan berat badan.

“Pada dasarnya, teori-teori ini, yang menempatkan serangkaian faktor metabolisme dan pola makan sebagai pusat epidemi obesitas, semuanya merupakan potongan teka-teki yang disatukan oleh satu bagian terakhir: fruktosa,” kata Dr. Johnson dikutip dari Earth.

Dia menambahkan bahwa fruktosa memicu metabolisme kita beralih ke mode daya rendah dan kehilangan kendali atas nafsu makan. Namun, makanan berlemak menjadi sumber kalori utama yang mendorong penambahan berat badan.”

Dr Johnson juga mengatakan kita dapat melihat hewan yang berhibernasi sebagai contoh: ketika kita lapar dan kekurangan energi aktif.  Kita beralih ke mode bertahan hidup. Sama seperti beruang yang mengonsumsi buah-buahan tinggi fruktosa untuk mempersiapkan hibernasi musim dingin, tingkat energi manusia menurun saat mengonsumsi makanan kaya fruktosa.

Meskipun lemak merupakan sumber energi yang tersimpan. Makanan tinggi fruktosa menghalangi pemanfaatan energi yang tersimpan tersebut, sehingga menyebabkan kondisi yang serupa dengan beruang yang sedang bersiap menghadapi musim dingin.

“Teori ini memandang obesitas sebagai keadaan berenergi rendah,” kata Dr. Johnson. “Mengidentifikasi fruktosa sebagai saluran yang mengalihkan penggantian energi aktif ke penyimpanan lemak menunjukkan bahwa fruktosa adalah penyebab ketidakseimbangan energi, yang menyatukan teori.”

Apa yang ditemukan oleh Dr. Johnson tersebut, masih perlu pembuktian lebih lanjut untuk  untuk mengidentifikasi pencegahan yang lebih tepat sasaran terhaadap penyebab obesitas..

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2