Mengejutkan, Penerbangan Bakal Ditinggalkan Demi Lingkungan?

Klikhijau.com - Saya selalu terbayang kisah Lorenz Keyßer yang baru berusia 23 dan Giulia Fontana, 27 tahun. Sepasang kekasih itu menolak naik pesawat, menolak penerbangan. Bukan karena keduanya ta...

Mengejutkan, Penerbangan Bakal Ditinggalkan Demi Lingkungan?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Saya selalu terbayang kisah Lorenz Keyßer yang baru berusia 23 dan Giulia Fontana, 27 tahun. Sepasang kekasih itu menolak naik pesawat, menolak penerbangan.

Bukan karena keduanya tak punya uang, bukan. Namun, karena mereka sadar akan bahaya penerbangan terhadap lingkungan.

Hal serupa pun dilakukan oleh aktivis belia Greta Thunberg yang berlayar dengan kapal bertenaga surya. Dari Swedia, ia melintasi Samudra Atlantik selama 15 hari untuk memenuhi undangan KTT perubahan iklim di Kantor PBB, New York, AS. Moda tersebut ia pilih lantaran tidak menimbulkan emisi karbon.

Greta tidak sendiri. Walau mungkin tidak seekstrem Greta, satu dari tujuh orang dewasa ini menyatakan akan menghindari moda penerbangan kendati alternatif lainnya ialah transportasi yang lebih mahal dan lebih kurang nyaman.

Beberapa menit yang lalu, saya membaca sebuah artikel yang judulnya cukup mencengangkan "Demi Lingkungan, Penerbangan akan Ditinggalkan?". Artikel itu ditulis oleh Irana Shalindra di mediaindonesia.com.

Meurut artikel tersebut, saat ini di sejumlah negara maju, bepergian dengan pesawat terbang justru telah menjadi satu hal yang dikurangi demi alam nan lestari. Berikut artikel lengkapnya:

Sebuah laporan seperti dilansir di weforum.org, didapat oleh firma riset Ipsos untuk World Economic Forum. Menemukan bahwa 29% orang akan beralih ke opsi transportasi alternatif jika harganya sama dengan terbang dan senyaman mungkin. Dukungan terkuat untuk beralih ke alternatif rendah karbon berasal dari para frequent fliers.

Ramai-ramai hindari pesawat

Survei ini dirilis menjelang KTT Dampak Pembangunan Berkelanjutan dari Forum Ekonomi Dunia, yang akan mendorong aksi transisi menuju ekonomi rendah karbon. Survei dilakukan terhadap 19.023 orang dewasa di 27 negara.

Orang-orang muda, berusia di bawah 35, dan mereka yang berpendidikan universitas menyatakan dukungan terkuat untuk menemukan alternatif untuk terbang. Di Cina, hampir dua pertiga orang mengatakan mereka akan menghindari penerbangan bahkan jika alternatifnya kurang nyaman atau lebih mahal.

Orang-orang di Korea Selatan, India, Peru, Arab Saudi, Swedia, dan Afrika Selatan juga menunjukkan dukungan kuat untuk menggunakan bentuk transportasi lain, meskipun lebih sedikit daripada di Cina yang mau melakukan peralihan terlepas dari biaya dan ketidaknyamanan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2