Mengejutkan, Mencium Aroma Pasangan Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur

Klikhijau.com - Marlise Hofer menyarankan untuk mencium pasangan jika ingin tidur nenyak. Sarannya terdengar nyeleneh. Tapi, Marlise Hofer tentu punya hasil riset yang bisa dipertanggungjawabkan perih...

Mengejutkan, Mencium Aroma Pasangan Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Marlise Hofer menyarankan untuk mencium pasangan jika ingin tidur nenyak. Sarannya terdengar nyeleneh. Tapi, Marlise Hofer tentu punya hasil riset yang bisa dipertanggungjawabkan perihal sarannya itu.

Apalagi ia penulis utama studi dan mahasiswa pascasarjana di departemen psikologi University of British Columbia (UBC).

Marlise Hofe bersama peneliti peneliti UBC menemukan bahwa peserta yang terpapar aroma pasangan mereka semalam mengalami kualitas tidur yang lebih baik, meskipun pasangan itu tak hadir secara fisik.

"Temuan kami memberikan bukti baru bahwa hanya tidur dengan mencium aroma pasangan meningkatkan efisiensi tidur. Peserta kami memiliki peningkatan efisiensi tidur rata-rata lebih dari dua persen," kata Hofer seperti yang ditulis Komarudin di Liputan6, 20 Februari 2020.

Untuk mendapatkan data tersebut, para peneliti menganalisis data tidur dari 155 peserta yang diberi dua kemeja yang terlihat identik untuk digunakan sebagai sarung bantal. Satu sebelumnya telah dipakai oleh pasangan mereka. Satunya belum pernah dipakai oleh orang atau bersih.

Para peneliti menggunakan cara unik untuk memerangkap bau badan pada baju peserta. Mereka memberikan peserta kaus bersih untuk dipakai selama 24 jam.

Menggunakan baju

Agar bau badan yang mengenakan kemeja yang diberikan. Peserta diminta untuk tidak menggunakan deodoran dan produk tubuh beraroma, merokok, berolahraga dan makan makanan tertentu yang dapat mempengaruhi bau badan mereka.

Setelah itu, baju yang dikenakan peserta kemudian dibekukan untuk menjaga aroma mereka.

Lalu setiap peserta diberi pakaian berupa dua baju untuk diletakkan di atas bantal mereka, tanpa diberi tahu yang mana yang pernah dipakai pasangan mereka

Peserta yang jadi kunci penelitian itu menghabiskan dua malam berturut-turut tidur dengan masing-masing kemeja. Setiap pagi, mereka menyelesaikan survei tentang seberapa baik istirahat yang mereka rasakan.

Untuk mengukur kualitas tidur mereka, peneliti menggunakan arloji tidur actigraphy yang memantau gerakan mereka sepanjang malam. Di akhir penelitian, para peserta menebak apakah kemeja yang mereka pakai sebelumnya sudah dipakai oleh pasangan mereka.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2