Mengapa Hujan Makassar Menggenangi Jalan, Bukan Kanal?

Mengapa Hujan Makassar Menggenangi Jalan, Bukan Kanal?
Selepas Hujan di Jalan A.P Pettarani Makassar, -Foto: Ist
Bacakan Artikel
Muhammad Yunus

Mahasiswa Magang dari Prodi Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Di sisi lain, Kanal Tamangapa menghadapi tekanan ekologis berupa peledakan populasi eceng gondok (Eichhornia crassipes). Tumbuhan air invasif ini menutup permukaan air dan mempercepat penyangkalan volume efektif penyimpanan air melalui penumpukan biomassa dan sedimen. Tanpa pengelolaan terpadu atau pemanfaatan biomassa secara sistematis, keberadaan Eichhornia crassipes menumpuk batas daya tampung air kanal.

Kondisi tersebut diperparah oleh ancaman pencemaran di wilayah bantaran (riparian zone). Sampah padat tak terkelola menumpuk di sepanjang tepian Jalan Inspeksi Kanal Tun Abdul Razak. Limbah plastik dan sisa konsumsi yang berserakan di tepi jalan kerap tertiup angin atau tergilas roda kendaraan hingga hancur menjadi partikel kecil sebelum jatuh terakumulasi ke dalam air kanal. Pemandangan limbah yang diabaikan oleh pengguna jalan harian ini menjadi cerminan belum terbangunnya tata kelola sampah terpadu berbasis komunitas.

Memasuki puncak musim penghujan, debit air kanal diperkirakan akan melonjak drastis secara mendadak. Namun, tanpa pembenahan struktur drainase dan pembersihan limbah padat secara berkelanjutan, kenaikan air kanal hanya akan mengapungkan ribuan ton sampah plastik yang terperangkap di dasar dan tepian kanal.

Krisis lingkungan skala mikro di Kanal Tamangapa ini menuntut perubahan mendasar pada pengelolaan ruang hidup perkotaan. Pembukaan sumbatan drainase, pemulihan fungsi bentang perairan buatan, serta edukasi penanganan limbah dari sumbernya di tingkat rumah tangga menjadi kebutuhan mendesak agar saluran air tak lagi kehilangan fungsinya, dan jalan raya tidak terus-menerus mengambil alih peran sebagai tempat penampungan banjir.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan