Mencurigai 3 Faktor Utama Penyebab Penurunan Populasi Kunang-Kunang
Klikhijau.com – Kunang-kunang adalah adalah serangga yang romantis dan puitik. Mereka tidak bisa ditemukan di sembarang waktu. Hanya pada malam hari saja. Serangga dapat mengeluarkan cahaya ini nam...
Klikhijau.com – Kunang-kunang adalah adalah serangga yang romantis dan puitik. Mereka tidak bisa ditemukan di sembarang waktu. Hanya pada malam hari saja.
Serangga dapat mengeluarkan cahaya ini namanya banyak kita temukan digunakan dalam puisi, cerpen, novel atau bahkan lagu. Bahkan serial Legend of the Seeker menjadikan kunang-kunang sebagai inpirasi pada salah satu adegannya.
Adegan tersebut menceritakan sebuah tulisan hanya bisa terbaca melalui cahaya dari makhluk yang menyerupai kunang-kunang. Mereka menghuni hutan.
Bagi anak-anak yang lahir di tahun 80 atau 90-an dan tinggal di kampung yang dihuni banyak pohon. Kunang-kunang tidak akan lepas dari kenangan masa kecilnya. Apalagi saat lampu belum masuk ke kampung mereka.
[irp]
Namun, semakin ke sini. Keberadaan serangga berkerlap kerlip ini semakin susah ditemukan. Populasinya semakin tergerus.
Sebuah studi para peneliti di University of Kentucky , Bucknell University , Pennsylvania State University , dan Departemen Pertanian AS (USDA). Mencoba mengulik apa penyebab populasi kunang-kunang menurun.
Studi tersebut memberikan wawasan baru mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi populasi kunang-kunang, khususnya di seluruh Amerika Utara.
Para peneliti menemukan ada tiga faktor utama yang membuat populasi kunang-kunang semakin menurut, yakni:
[irp]
-
Perubahan iklim
-
Polusi cahaya
-
Dunia pertanian