Studi: Serangga Tidak Tertarik pada Cahaya Buatan, Hanya Nyasar
Klikhijau.com – Jika diperhatikan, banyak serangga yang bisa ditemukan di sekitar bohlam lampu yang menyala. Perihal serangga, banyak diantara mereka yang “beraktivitas” di malam hari. Karenanya ti...
Klikhijau.com – Jika diperhatikan, banyak serangga yang bisa ditemukan di sekitar bohlam lampu yang menyala.
Perihal serangga, banyak diantara mereka yang “beraktivitas” di malam hari. Karenanya tidak mengherankan jika sering ditemukan berada di sekitar cahaya lampu.
Namun, terkadang ada pula serangga yang beraktivitas di siang hari, namun pada malam hari mereka berkeliaran di sekitar cahaya lampu.
Apakah mereka tertarik pada cahaya itu atau sedang nyasar? Entah yang beraktivitas di malam hari atau siang hari?.
[irp]
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications mengungkapkan bahwa serangga tidak tertarik sama sekali pada cahaya buatan. Mereka hanya kebingungan.
Dilansir dari Euronews bahwa para peneliti percaya cahaya buatan di malam hari sebenarnya dapat mengacaukan sistem navigasi bawaan serangga terbang. Hal itu menyebabkan mereka terbang kebingungan di sekitar lampu teras, lampu jalan, dan suar buatan lainnya.
Tyson Hedrick, ahli biologi di Universitas North Carolina di Chapel Hill yang terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan, serangga mempunyai masalah navigasi.
“Mereka terbiasa menggunakan cahaya sebagai isyarat untuk mengetahui arah mana yang harus diambil.”
[irp]
Hal tersebut cukup masuk akal, sebab sumber cahaya terkuat ada di langit. Namun dengan adanya lampu buatan, akibatnya adalah kebingungan di udara, jadi cahaya buatan bukan daya tarik bagi serangga, misalnya ngengat.
“Serangga tidak terbang langsung menuju sumber cahaya, namun sebenarnya “memiringkan punggungnya ke arah cahaya,” kata Sam Fabian, ahli entomologi Imperial College London dan salah satu penulis penelitian tersebut.