Memburu Burung di Kepala

Riuh Rindu   kita berkejaran ke laut yang menepi di matamu. ada perahu tertambat di sana. tunggui ombak pasang lalu berlayar ke dalam diri jadi gemuruh gemuruh adalah guru bagi nelayan. me...

Memburu Burung di Kepala
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

di pucuk cengkeh, kau juga bayangkan kelambu baru berwarna siang hari. di mana malam-malam dilipat dalam sibuk

lebah semakin banyak ingin memanen nektar dari buah cengkeh. kau semakin terusik. ingin teriak memanggil naga, semburkan api

kau dan lebah berlomba memanen, kau ingin memanen buah cengkeh bermekaran itu. lebah hendak memanen nektarnya yang akan jadi madu

madu yang kau akan nikmati dengan sebutir kuning telur ayam kampung dan sedikit merica agar bisa pulas dalam kelambu berwarna siang hari

Sep, 2024

Memburu Burung di Kepala


 

seekor burung bertengger di kepalamu. menyimpan kotorannya pada rambutmu yang baru keramas.

busa shampo dari kepalamu mengalir ke selokan depan rumah. di mana jakka-jakka bergerak terus tanpa takut lelah dan kehilangan kakinya

burung yang memberaki kepalamu itu, kau tangkap di hutan lindung di ujung kampung. kau rawat serupa merawat matamu agar tetap bisa bedakan, mana burung jantan dan mana betina

burung itu kau jinakkan dengan sebiji pisang. kau biarkan bermain pada tubuhmu, naik ke kepalamu lalu memberakinya. kau tak marah, menganggapnya lucu dan penurut

kelucuan burung itu, mengantarkan banyak pemuda ingin memelihara burung. Mereka memburunya ke dalam hutan lindung, ke dalam kepalanya, pada kehidupan
kini di setiap kepala, burung berkicau riang. kepala jadi belantara, burung-burung berumah di sana.

Sep 2024

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2