Membuat Obat Lebih Berkelanjutan dari Kartu Sim, Bisakah?

Klikhijau.com –  Kartu sim (sim card) yang tidak terpakai umumnya akan dibuang. Karena jika disimpan dianggap tak ada lagi nilainya. Di Indonesia kartu sim perdana banyak diperjual belikan di pingg...

Membuat Obat Lebih Berkelanjutan dari Kartu Sim, Bisakah?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Kartu sim (sim card) yang tidak terpakai umumnya akan dibuang. Karena jika disimpan dianggap tak ada lagi nilainya.

Di Indonesia kartu sim perdana banyak diperjual belikan di pinggir jalan dengan harga terjangkau. Karena mudah didapat dan terjangkau, maka banyak yang menggonta-ganti kartu sim pada ponselnya.

Hal itu pula yang menyebabkan banyak kartu sim yang terbuang ke lingkungan. Dari pada disimpan menjadi sampah di rumah.

Dilansir dari newswise saat ini para peneliti telah menggunakan emas (kuningan) dari kartu sim yang diekstraksi sebagai katalis untuk reaksi yang dapat diterapkan pada pembuatan obat-obatan.

Penggunaan kembali kembali emas dari limbah elektronik, khususnya kartu sim akan  mencegahnya terbuang ke lingkungan dan  TPA.

Penggunaan kembali juga berdampak baik pada bahan baku, sebab emas reklamasi ini untuk pembuatan obat mengurangi kebutuhan untuk menambang bahan baru.

Selama ini katalis sering dibuat dari logam langka, yang diekstraksi menggunakan proses penambangan yang mahal, intensif energi, dan merusak.

Metode untuk mengekstraksi emas atau kuningan dikembangkan oleh para peneliti di University of Cagliari di Italia dan proses penggunaannya  dikembangkan oleh para peneliti di Imperial College London. Studi ini dipublikasikan di  ACS Sustainable Chemistry & Engineering .

Peneliti utama  Profesor James Wilton-Ely , dari Departemen Kimia di Imperial, mengatakan, sangat mengejutkan bahwa sebagian besar limbah elektronik kita dibuang ke TPA. Hal ini kebalikan dari apa yang seharusnya dilakukan untuk mengumpulkan sumber daya unsur kita yang berharga.

“Pendekatan kami bertujuan untuk mengurangi limbah yang sudah ada di komunitas kami dan menjadikannya sumber daya yang berharga untuk katalis baru, sehingga juga mengurangi ketergantungan kami pada praktik pertambangan yang merusak lingkungan,” katanya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2