Membaca Firasat Sunyi di Matamu

(Kepada Nek, Samliah) Di malam yang mengalirkan keheningan hingga ke ubun-ubun Aku merasakan detak jantungmu Berdetak sepi, dan kau memandangi wajahku penuh mesra, dengan segala kehangatan yang b...

Membaca Firasat Sunyi di Matamu
Bacakan Artikel

(Kepada Nek, Samliah)

Di malam yang mengalirkan keheningan hingga ke ubun-ubun
Aku merasakan detak jantungmu
Berdetak sepi, dan kau memandangi wajahku penuh mesra, dengan segala kehangatan yang bernama cinta di tubuhmu
Sebab aku tahu, kau adalah seribu muara cerita dari masa lalu yang getir dan penuh luka
Dan hari ini aku hendak berada tepat dalam kesunyian di tubuhmu
Sambil mendengarkan dongeng dongeng purbamu yang syahdu menjelma kisah klasik dan tragedi dalam puisi pun sajak cintamu

Nek, aku ingin tinggal sejenak di matamu, menunggu bunga tumbuh mekar dan hingga nantinya pun layu
Menyusuri hutan kenangan penuh cahaya
Menikmati binar kesedihan ketika kelopaknya mengerlip hingga terlelap dalam tidur tanpa prasangka
Biar aku belajar terus hidup penuh cinta
Seperti dalam hikayat kisahmu
Yang kau toreh pada setiap pagi sebelum matahari pecah di kejauhan
Dan bayang bayang menjadi satu

[irp posts="2533" name="Pembakar Kisah di Danniari"]

Nek, ceritakanlah kembali padaku tentang kisah heroik Kakek
Sambil aku belajar membaca firasat waktu yang kau sembunyikan di wajahmu,
Metafora di senyum kecilmu yang masih saja tak mampu aku terjemahkan
Dengan sepotong alegori
Tanda dan semiotika

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: