Memandang Indonesia dari Puncak Celebes ala Opab Gempa Makassar

Klikhijau.com – Bulan Agustus tak sekadar nama bulan bagi Indonesia. Ia memiliki arti penting dalam kisah perjalanan bangsa ini. Agustus adalah bulan kemerdekaan, di mana Indonesia dilahirkan. Berb...

Memandang Indonesia dari Puncak Celebes ala Opab Gempa Makassar
Bacakan Artikel

Gunung Bawakaraeng memiliki ketinggian sekitar 2.845 mdpl dari permukaan laut.



  • Buntu Kambuno



Dengan ketinggian mencapai 2.950 mdpl membuat Gunung Kambuno jadi impian banyak pendaki. Medannya cukup menantang untuk ditaklukkan. Gunung ini terletak di Luwu Utara, Sulsel.


  • Bulu Balease



Gunung Balease terletak pada ketinggian 2.898 mdpl. Secara administrasi ia berada di perbatasan antara Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur.

Konon puncak gunung ini menjadi salah satu puncak gunung yang paling sulit ditaklukan oleh pendaki.



  • Gandang Dewata



Berada di ketinggian 3.307 Mdpl membuat gunung ini jadi primadona tersendiri bagi pendaki. Ia terletak di Kabupaten Mamasa, Sulbar.

Pada tahun 2016 Gunung Gandang Dewata ditetapkan sebagai Taman Nasional ke-53 di Indonesia. Ia memiliki wilayah seluas 189.208,17 hektar yang melingkupu 4 kabupaten, yaitu Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Mamuju Tengah

Jadwal pelaksanaan

Untuk kegiatan memandang Indonesia dari puncak celebes . Untuk pendakian lintas Lompobattang- Bawakareang akan mengambil jalur yang berbeda dari biasanya, yakni kegiatan lintas Bulu Baria –Moncong Lompobattang

Pelaksanaannya pada tanggal 8-30 Agustus 2021. Namun untuk  lintas Bulu Baria – Moncong Lompobattang – Bulu Bawakaraeng akan dilaksanakan pada Ttnggal 11 -16 Agustus 2021 dengan perjalanan di hutan selama lima hari.

Aksi petualangan tersebut akan berakhir di Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kec.Tinggi Moncong, Kab. Gowa Sulsel.

Untuk peserta, Opab Gempa Makassar membukanya untuk umum dengan peserta terbatas. Namun, tetap mengacu pada panduan pendakian gunung saat new normal pada masa pandemic Covid-19.

Ada yang berbeda pada kegiatan tahun, yakni akan diawali dengan kegiatan edukatif  melalui zoom meeting  dengan menghadirkan beberapa narasumber.

Pada  saat pendakian juga ada pembatasan jumlah (trekking with small groups), tetap membawa masker yang dipergunakan saat berinteraksi (bring and use mask), menjaga kebersihan badan (keep your body clean), menjaga kebersihan alat dan menjaga jarak (physical distancing) managemen camp area, dan managemen risiko saat perjalanan.

Management camp area dan management risiko saat perjalanan  adalah hal mendasar di samping bagaiman cara mengelola dan mengaktualisasikan managemen perjalanan alam terbuka saat di lapangan.

Selain itu akan ada materi dasar orientasi medan, pembuatan itinerary perjalanan pun masuk dalam rangkaian pra kegiatan bagi peserta.

Namun, untuk lebih jelasnya perihal kegiatan ini, kamu bisa mengintipnya di sosial media Opab Gempa Makassar. Instagram: opabgempa_makassar, facebook: humasopabgempamakassar

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2