Masjid Istiqlal “Bersolek” Lebih Indah dan Berwawasan Lingkungan

Klikhijau.com - Melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan upaya pengendalian pencemaran air di li...

Masjid Istiqlal “Bersolek” Lebih Indah dan Berwawasan Lingkungan
Bacakan Artikel

Ide pembangunan tersebut dilatarbelakangi kualitas air Sungai Ciliwung yang sangat memprihatinkan. Tuntutan penurunan beban pencemaran air sungai dan air tanah.  Faktor lainnya dalah makin tingginya kebutuhan air bersih di Masjid Istiqlal.

Inovasi dalam hal penyediaan sumber air baku jadi perhatian yang penting. Salah satu alternatif  adalah menggunakan daur ulang air limbah, khususnya air limbah perkotaan (municipal waste). Air tersebut sebagai salat satu sumber air baku untuk penyediaan air bersih.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M.R. Karliansyah menyampaikan, pembangunan sistem pemantauan kualitas air ”Onlimo” (Online Monitoring) dilakukan 2015 dan pengoperasiannya berlangsung sampai sekarang.

[irp posts="4223" name="Apakah di Masjid Tempat Anda Shalat Jumat Sudah Ramah Lingkungan?"]

"Sistem pemantauan kualitas air Onlimo dimaksudkan untuk memantau kualitas air Sungai Ciliwung. Air yang masuk ke ruas Masjid Istiqlal secara terus menerus dan real time/online," ujar Karliansyah.

Masjid berwawasan lingkungan

Ada tiga kegiatan utama yang diterapkan di kompleks Masjid Istiqlal tersebut, yaitu pembangunan IPAL domestik. Kapasitas terpasang sebesar 96 m3/hari. Hal itu mampu memenuhi baku mutu air bersih dan mampu mengolah air limbah dari 8.000 jamaah per hari.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: