Mapala PMK UNM dan Komitmen Melahirkan Kader Peduli Lingkungan

Klikhijau.com - Banyak cara positif dapat dilakukan untuk berbuat pada kelestarian lingkungan. Sebagai anak muda dan mahasiswa, bergabung di komunitas pencinta alam adalah satu pilihan. Di komunita...

Mapala PMK UNM dan Komitmen Melahirkan Kader Peduli Lingkungan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Banyak cara positif dapat dilakukan untuk berbuat pada kelestarian lingkungan. Sebagai anak muda dan mahasiswa, bergabung di komunitas pencinta alam adalah satu pilihan.

Di komunitas pencinta alam, mahasiswa ditanamkan budaya peduli lingkungan dimulai dari diri sendiri dan dari hal-hal kecil.

Klikhijau.com kali ini memperkenalkan suatu komunitas pencinta alam bernama Mahasiswa Pencinta Alam Kristen Universitas Negeri Makassar (Mapala PMK UNM).

Pada akun resmi Instagram komunitas ini, mereka memakai nama "Green Shelter". Nama ini bukan tanpa makna, tetapi sebagai penanda dari visi lembaganya yang memang bergerak dan lebih mengarah di sektor lingkungan hidup.

Konon mereka terinspirasi dari basecamp komunitasnya yang mereka namai Green Shelter. Penamaan ini tentu punya makna dan harapan yakni bahwa bumi atau tempat tinggal manusia semoga mampu menjadi Green Shelter juga.

Komunitas yang bermarkas di BTN Tabaria Blok A 23 No. 11 Kota Makassar ini percaya bahwa untuk dapat mencintai lingkungan dan merawat lingkungan harus dimulai dari rumah sendiri. Dari diri sendiri dan di bagian terdekat terlebih dahulu.

Mapala PMK UNM didirikan pada 10 Maret 2003 oleh sejumlah mahasiswa UNM. Komunitas ini lahir karena keresahan mereka akan minat dan bakatnya di bidang lingkungan yang tidak terwadahi di organisasi induk mereka.

Para pendirinya antara lain Obed Lerry,  Thomas J., Jefrry N,  Martinus Ino,  Max Baan, Alex S., Yan C. S., Yunus K. A., Calvin B. D., Hendrik M. T., Fransiskus,  Ayup Y. P, dan Adam Rico Irawan.

Sebagai sebuah organisasi, Mapala PMK UNM memiliki beberapa divisi yakni Mountaineering, Rok Climbing, Caving serta divisi Advokasi dan Konservasi lingkungan Hidup.

Terkhusus advokasi dan konservasi, mereka telah melakukan beberapa kegiatan seperti penanaman pohon, aksi bersih di sejumlah tempat seperti pantai, objek wisata, gunung, kanal di kota makassar, saluran dalam kota makassar dan lainnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2