Mantap, Hutan Hujan Tertua Dunia Dikembalikan ke Masyarakat Adat

Klikhijau.com – Hari Rabu kemarin, 29 September 2021. Peristiwa menggembirakan terjadi. Pada hari itu,  pemerintah negara bagian Queensland, Australia sepakat mengembalikan hutan hujan Daintree kepada...

Mantap, Hutan Hujan Tertua Dunia  Dikembalikan ke Masyarakat Adat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Hari Rabu kemarin, 29 September 2021. Peristiwa menggembirakan terjadi. Pada hari itu,  pemerintah negara bagian Queensland, Australia sepakat mengembalikan hutan hujan Daintree kepada Suku Kuku Yalanji Timur.

Hutan hujan Daintree merupakan hutan yang sangat penting. Karena telah menjadi  Situs Warisan Dunia Unesco. Hutan itu telah berusia lebih dari 180 juta tahun dan telah menjadi rumah bagi generasi orang Aborigin.

Hutan hujan ini berbatasan dengan dengan Great Barrier Reef dan merupakan salah satu daya tarik pariwisata terbaik Australia.

Sejak hari Rabu kemarin, Suku  Kuku Yalanji Timur akan  mengelola taman nasional itu bersama pemerintah negara bagian Queensland.

Hutan ini terkenal dengan ekosistem kuno dan keindahan alamnya yang menakjubkan yang mencakup Pemandangan hutan, sungai liar, air terjun, ngarai, dan pantai berpasir putih.

Budaya tertua yang masih bertahan

"Budaya mereka adalah salah satu budaya tertua yang masih hidup dan warisan tanah ini. Mengakui hak mereka untuk memiliki dan mengelola Negara mereka," kata Menteri Lingkungan Meaghan Scanlon seperti dikutip dari ecowatch.com.

Kesepakatan itu juga mencakup taman nasional Queensland lainnya termasuk Cedar Bay (Ngalba Bulal), Black Mountain (Kalkajaka) dan Hope Islands. Area gabungan lebih dari 160.000 hektar.

Dalam menyerahkan kepemilikan resmi kembali kepada orang-orang Kuku Yalanji Timur pada hari Rabu itu, pemerintah Queensland mengakui telah melindungi salah satu budaya hidup tertua di dunia.

"Perjanjian ini mengakui hak mereka untuk memiliki dan mengelola negara mereka, untuk melindungi budaya mereka, dan untuk membaginya dengan pengunjung saat mereka menjadi pemimpin dalam industri pariwisata," jelas  Meaghan seperti dilaporkan bbc.com

Chrissy Grant salah seorang negosiator mengatakan, orang-orang Kuku Yalanji Timur ingin pada akhirnya hanya mengelola hutan dan daerah tropis basah lainnya

"Orang Bama di seluruh daerah tropis basah secara konsisten tinggal di dalam hutan hujan. Itu sendiri adalah sesuatu yang cukup unik untuk daftar warisan dunia," katanya kepada Guardian Australia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2