Kopi Flores, MPIG dan Tata Kelola Kopi yang Berkelanjutan

Klikhijau.com - Pulau Flores, sebuah pulau unik, cantik dengan potensi alam luar biasa dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia bahkan dunia. Data Direktorat Jenderal Perkebun...

Kopi Flores, MPIG dan Tata Kelola Kopi yang Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pulau Flores, sebuah pulau unik, cantik dengan potensi alam luar biasa dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia bahkan dunia.

Data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tahun 2014 mencatat luasan kebun kopi di Flores lebih dari 72 ribu hektar dan ditumbuhi jenis robusta dan arabika yang tersebar mulai Flores bagian barat sampai ujung bagian timur.

Kopi Flores memiliki kualitas yang tinggi dan cita rasa yang unik. Berdasarkan hasil uji cita rasa yang dilakukan oleh PUSLITKOKA Indonesia di Jember, Kopi Robusta Flores Manggarai memiliki nilai rata-rata 82,17 sehingga termasuk dalam kategori fine robusta.

Demikian juga untuk arabika, dari uji cita rasa angkanya diatas diatas 81, dan masuk kategori specialty coffee dengan karakter cita rasa caramelly dan beberapa kombinasi rasa lainnya. Sedangkan kopi arabika Flores Manggarai memiliki cita rasa herbal, floral, dan spicy.

Kualitas tinggi dengan cita rasa yang khas ini berhasil mengantarkan kopi robusta dan arabika Flores Manggarai memenangkan beberapa penghargaan kopi internasional.

Kopi robusta Flores Manggarai menjadi Juara I Kontes Kopi Specialty Indonesia Robusta tahun 2015, dan mendapatkan Gold Gourment pada Penghargaan AVPA Gourmet Product di Pameran SIAL Paris Prancis 2018.

Sedangkan kopi arabika Flores Manggarai berhasil menjadi Juara I Kontes Kopi Specialty Indonesia Arabika tahun 2015, dan mendapatkan Bronze Gourment pada Penghargaan AVPA Gourmet Product di Pameran SIAL Paris Prancis 2018.

Prestasi yang diraih semakin menguatkan tanggung jawab dan menjadi tantangan kedepan masyarakat petani kopi untuk menjaga identitas,ketelusuran, perlindungan dan kualitas kopi Flores Manggarai.

Alhasil, para pegiat kopi yang terdiri dari petani, pemerintah daerah dan praktisi kopi membentuk Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika  (KAFM) dan Kopi Robusta Flores Manggarai (KRFM).

“Kami ingin memperkuat kelembagaan MPIG Arabika dan selanjutnya robusta di Manggarai Flores menuju perbaikan tata kelola kopi berkelanjutan. Selain skill petani pada budi daya sampai paska panen, Yayasan KEHATI dan mitra juga mendorong terjadinya sinergi para pihak, pelibatan perempuan dan anak muda untuk terlibat dalam rantai nilai kopi. Keberlanjutan ini dimaknai juga untuk keberlanjutan ekosistem, ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Program Ekosistem Pertanian Yayasan KEHATI Puji Sumedi Hanggarawati.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2