Kopi Flores, MPIG dan Tata Kelola Kopi yang Berkelanjutan

Klikhijau.com - Pulau Flores, sebuah pulau unik, cantik dengan potensi alam luar biasa dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia bahkan dunia. Data Direktorat Jenderal Perkebun...

Kopi Flores, MPIG dan Tata Kelola Kopi yang Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Alhasil, para pegiat kopi yang terdiri dari petani, pemerintah daerah dan praktisi kopi membentuk Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabikaย  (KAFM) dan Kopi Robusta Flores Manggarai (KRFM).

โ€œKami ingin memperkuat kelembagaan MPIG Arabika dan selanjutnya robusta di Manggarai Flores menuju perbaikan tata kelola kopi berkelanjutan. Selain skill petani pada budi daya sampai paska panen, Yayasan KEHATI dan mitra juga mendorong terjadinya sinergi para pihak, pelibatan perempuan dan anak muda untuk terlibat dalam rantai nilai kopi. Keberlanjutan ini dimaknai juga untuk keberlanjutan ekosistem, ekonomi dan sosial masyarakat,โ€ ujar Program Ekosistem Pertanian Yayasan KEHATI Puji Sumedi Hanggarawati.

[irp]

Tentang MPIG-KAFM

Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai (MPIG-KAFM) dibentuk pada tahun 2015, dan beranggotakan 1.668 petani yang tergabung dalam 42 kelompok tani di Manggarai Raya. Kelompok-kelompok tani ini membentuk Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi yang memiliki fasilitas pengolahan, memproduksi dan menghasilkan produk kopi.

Petani kopi Arabika Manggarai telah menerapkan prinsip-prinsip Praktik Pengolahan yang baik (Good Manufacturing Practices/GMP) dengan mengikuti petunjuk- petunjuk teknis dari para ahli, baik dari lembaga penelitian maupun dari pemerintah.

MPIG KAFM bersifat inklusif dengan merangkul kelompok-kelompok lokal petani kopi yang berbasis di kawasan Flores. Anggotanya terdiri dari para produsen, perusahaan atau pengolah kopi yang telah memenuhi aturan-aturan dalam Buku Persyaratan Indikasi Geografis.

Kopi arabika yang diajukan untuk mendapatkan perlindungan indikasi geografis ini adalah kopi yang dihasilkan oleh MPIG-KAFM dari kawasan dataran tinggi Manggarai yang

meliputi tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur.

Sistem pengolahannya dilakukan dengan metode olah basah giling basah (Wet Hulling) dan olah basah giling kering (Fully Washed) dengan bentuk produk kopi kulit tanduk, green bean, roasted bean, dan kopi bubuk.

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: