Mangrove Breakthrough: Bangun Sinergi Konservasi Mangrove di Indonesia dengan Kemitraan Berkelanjutan

Klikhijau.com – Upaya pelestarian mangrove memerlukan sinergi dari berbagai pihak, dan tentunya harus didukung skema pendanaan berkelanjutan agar dampaknya menyeluruh. Hal ini mengemuka dan menjadi...

Mangrove Breakthrough: Bangun Sinergi Konservasi Mangrove di Indonesia dengan Kemitraan Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Sinergi untuk keberlanjutan

Langkah nyata yang dilaksanakan oleh GMA salah satunya adalah program Mobilizing the Mangrove Breakthrough (MMB). Melalui dukungan pendanaan dari Bezos Earth Fund, GMA mengembangkan usulan program berskala besar di sejumlah negara prioritas awal yaitu Indonesia, Meksiko, dan Guinea-Bissau.

“Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, GMA Indonesia Chapter mengembangkan program nasional untuk memobilisasi pembiayaan dan menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi lintas sektor di Indonesia. Selain itu, kami akan mengimplementasikan tindakan konkrit pada berbagai skala untuk konservasi, pengelolaan berkelanjutan, dan pemulihan ekosistem mangrove di Indonesia,” kata Yus Rusila Noor, dari Wetlands International Indonesia, yang juga bertindak selaku Pimpinan GMA Indonesia Chapter.

Yus menambahkan bahwa untuk Indonesia, program MMB dijalankan di empat provinsi, yaitu Provinsi Riau, Provinsi Papua Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Kalimantan Utara. Pemilihan provinsi-provinsi ini berdasar kriteria seperti potensi rehabilitasi, proteksi, populasi, biodiversitas, jasa lingkungan, serta kelembagaan.

Pertemuan tersebut juga membahas pratinjau laporan inisiatif tersebut di Asia, termasuk Indonesia. “Rangkaian laporan regional Mobilizing the Mangrove Breakthrough dirancang untuk menyediakan referensi yang mudah diakses guna menghubungkan tujuan konservasi, restorasi, dan pendanaan mangrove global dengan konteks nasional dan lokal. Setiap laporan memberikan gambaran umum tingkat tinggi tentang terobosan, mitra utama, dan sumber daya. Laporan tersebut juga mencakup informasi tentang negara-negara dengan potensi restorasi dan konservasi yang signifikan serta ringkasan kondisi yang mendukung upaya konservasi mangrove di lapangan, yang ditulis oleh para ahli setempat,” kata Mark Beeston, Pimpinan Regional MMB.

Agar program pelestarian mangrove di Indonesia lebih terarah, diperlukan peta jalan dan rencana koordinasi konservasi mangrove di Indonesia. “Dalam dokumen yang sudah dikeluarkan oleh Bappenas tahun 2023 lalu, kami mencoba melihat area prioritas rehabilitasi mangrove. Ada sekitar 250.000 hektare area yang perlu ditangani. Kunci rehabilitasi mangrove adalah kolaborasi. Dalam konteks perencanaan, sudah ada yang cukup komprehensif. Tidak bisa mengandalkan APBN saja, perlu kolaborasi dan pembiayaan alternatif misalnya dari internasional, pendanaan innovatif  atau sumber-sumber pendanaan lainnya. Tugas selanjutnya adalah memastikan pendanaan ini efisien, efektif dan tepat sasaran,” jelas Anna Amalia, dari Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas.

Harapan tersemat agar Mangrove Breakthrough dapat memberikan dampak signifikan terhadap konservasi mangrove. “Melalui inisiatif Mangrove Breakthrough yang mempertemukan para pihak serta didukung peta jalan dan strategi program yang konkrit, diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan dan perlindungan ekosistem mangrove yang berkelanjutan,” pungkas Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman, selaku bagian dari GMA Indonesia Chapter.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2