Klikhijau.com - Makassar Digital Valley (MDV) adalah salah satu startup digital yang telah dibentuk oleh PT Telekomunikasi Indonesia. Startup yang berkantor di Jalan AP. Pettarani No. 13 ini merupakan...
Klikhijau.com - Makassar
Digital Valley (MDV) adalah salah satu startup digital yang telah dibentuk oleh
PT Telekomunikasi Indonesia. Startup yang berkantor di Jalan AP. Pettarani No. 13 ini merupakan startup kedua setelah DILo Makassar yang lebih dulu dibentuk pada tahun 2014.
MDV diresmikan pada tahun 2009 oleh Direktur Digital & Strategic Portofolio TELKOM. Di samping sarana fisik, MDV juga memiliki program-program kegiatan untuk startup. Antara lain mentoring,
morning glory, meet-up dan
global mentoring
Serta bagi para pegiat digital yang ingin meningkatkan kapabilitasnya melalui kegiatan
nurturing creativity yang terdiri atas tutorial,
workshop, pra-inkubasi,
talent-pro dan
games academy.
Hingga saat ini telah terdapat dua startup digital yang berasal dari Makassar yang berhasil lolos seleksi program inkubasi Indigo Creative Nation di MDV, yaitu PanenMart dan
Mall Sampah.
Pekan lalu, Minggu, 16 Februari 2020, MDV baru saja mempersembahkan program bergengsi bertemakan lingkungan yaitu progam
Green Network.
Green Network mengemas kegiatan peduli lingkungan dalam bentuk teknologi digital. Program ini diharapkan dapat menjadi ajang belajar menjaga alam dan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi.
[irp]
Green Show
Green Network merupakan event yang telah dirangkai sedemikian rupa oleh MDV.
Green Show, salah satu rangkaian
event Green Network dikemas dalam bentuk
talkshow dengan menghadirkan empat (4) narasumber.
Green Show kali ini merupakan
talkshow perdana yang diselenggarakan bersama
Sagoo Festivity dan Mall Sampah. Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari berbagai kalangan, baik dari startup, komunitas, karyawan, mahasiswa, maupun member Makassar Digital Valley.
Acara tersebut dipandu oleh Adi Saifullah Putra (
Founder & CEO
Mall Sampah Indonesia) sebagai moderator. Tak lupa narasumber kenamaan juga didatangkan seperti Ahmad Zulkarnain A. (
Director of Engineering Four Points Hotel by Sheraton Marriott International), Noordian Yanuar Tesar (
Facilty Manager GSD Sulsel), Daud Rianto (
Manager Greenship Departemen Nipah Mall) dan Naufal Mallarangi (
Co-Founder Baruna
Ocean).
[irp]
Mengelola lingkungan seperti menabung
Narasumber menjelaskan bahwa mengelola lingkungan sama halnya dengan menabung.
“Apa yang kita tabung, itu yang akan kita tuai”, jelas Ahmad Zulkarnain A. (
Director of Engineering Four Points Hotel by Sheraton Marriott International).
“Dari sisi perhotelan, konsentrasi kami pada produk dan bagaimana mengatur sampah itu serta bagaimana memanfaatkannya dengan baik. Apa yang kami implementasikan di
Four Points Hotel yakni mengedukasi karyawan dengan budaya membuang sampah. Dan mengenali jenis sampah. Kegiatan membuang sampah ini seharusnya harus kita
improve terus sehingga bisa menjadi kebiasaan dan menjadi budaya bagi diri masing-masing,” sambungnya.
Daud Rianto,
Manager Greenship Departemen Nipah Mall juga menuturkan bahwa tantangan bagi pengelola gedung yakni pemilahan sampah. Mall Nipah adalah bentuk dari
Green Building dengan program edukasi kepada para
stakeholder, khususnya
pemilahan sampah.
Beranjak pada narasumber berikutnya yaitu Noordian Yanuar Tesar selaku
Facilty Manager GSD Sulsel mengatakan bahwa PT Telkom Indonesia berfokus pada bagaiamana pihaknya tidak menyebabkan dampak ke lingkungan.
[irp]
Berbagai upaya telah dilakukan seperti penghematan energi dengan menggunakan lampu hemat energi, mengedukasi petugas terkait pengaturan AC pada suhu 25°Celcius dan berkomitmen untuk mengikuti program pemerintah
Earth Hour setiap tanggal 30 Maret.
Sementara itu, Naufal Mallarangi,
Co-Founder dari Baruna
Ocean, menjelaskan bahwa Baruna
Ocean sendiri, fokus pihaknya yakni untuk meminimalisir sampah yang ada di laut yang mana mengedukasi masyarakat pesisir kemudian menjadikan sampah agar bisa bernilai ekonomis.
“Salah satu kegiatan yang kami lakukan secara rutin adalah
Clean Up. Selama 5 bulan ini kami telah mengumpulkan 2 ton sampah dari kegiatan bersih pantai ini”, jelasnya.
General Manager Makassar Digital Valley, S. Ariyani berharap bahwa rangkaian kegiatan
Green Network ini mampu mengedukasi diri kita sendiri dan masyarakat sekitar seputar
green lifestyle.
[irp]