Mahasiswa UNM Berhasil Ciptakan Bilik Disinfektan, Amankah?
Klikhijau.com – Namanya Automatic Sterilization Chamber. Nama itu disematkan kepada bilik disinfektan yang berhasil dibuat oleh mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik (FT) Universitas Ne...
Klikhijau.com – Namanya Automatic Sterilization Chamber. Nama itu disematkan kepada bilik disinfektan yang berhasil dibuat oleh mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Pembuatan itu sebagai bentuk inovasi dalam menangani penyebaran Corona atau Covid-19 yang kian merajalela.
Keberadaan alat tersebut untuk mensterilkan orang-orang di dalam bilik disinfektan. Sebelum dilakukan penyemprotan ke orang, ada Cell Solar Ultrasonik yang mendetek terlebih dahulu orang yang masuk.
Keberhasilan itu tidak lepas Nurhayundahrin. Dialah yang berada di balik pembuatan bilik disinfektan tersebut.
[irp]
Idenya berawal dari keresahan akan melonjaknya kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) serta bilik disinfektan yang semakin langka di tengah pandemi Corona. Hal itulah yang menginspirasinya membuatnya sendiri.
“Kita menggunakan Cell Solar Ultrasonik untuk mendeteksi orang-orang yang masuk. Kemudian nozzle akan melakukan penyemprotan cairan desinfektan di dalamnya,” katanya, Sabtu, 4 April 2020 kemarin.
Bilik disinfektan ini untuk sementara baru diproduksi sebanyak dua alat sebagai bentuk percobaan. Salah satunya ditempatkan di Pelataran Menara Pinisi UNM.
Apa yang dilakukan mahasiswa FT tersebut dirspons baik oleh Rektor UNM, Husain Syam. Dia mengaku siap untuk memproduksi bilik disinfektan secara massal.
“Seandainya ini kita minta kepada pemerintah Kota Makassar dan Sulsel, jika memang dinilai ampuh dalam penanggulangan Covid-19, maka UNM siap memproduksi massal untuk disumbangkan,” pungkasnya.
Selain itu, pihak UNM akan memberikan biaya untuk membuat alat tersebut. Selain anggaran untuk pembuatan bilik disinfektan, APD juga akan disediakan.
“Jadi kita akan memberikan pembiayaan untuk memproduksi sebanyak mungkin untuk digunakan begitupun dengan alat pelindung muka (masker),” jelasnya.
[irp]
Husain Syam mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mau terlalu pusing persoalan biaya produksinya, jika hal itu memang sangat dibutuhkan. Sebab, alat ini dibuat demi mencegah penyebaran Corona.
“Saya tak mau tahu berapa jumlahnya. Jika memang dibutuhkan kita produksi sebanyak mungkin,” tegasnya.