Luka Karena Jerat Babi, Kaki Beruang Madu Ini Diamputasi

Klikhijau.com - Perburuan beruang atau satwa lain dengan alasan memburu babi sering terjadi di Aceh memudahkan pemburu keluar masuk hutan. Dua beruang madu (Helarctos malayanus) terkena jerat yang dip...

Luka Karena Jerat Babi, Kaki Beruang Madu Ini Diamputasi
Bacakan Artikel

Perburuan

Koordinator Monitoring Forum Konservasi Leuser (FKL), T. Fahlevi mengatakan, perburuan beruang atau satwa lain dengan alasan memburu babi sering terjadi di Aceh. Memburu babi dipakai sebagai alasan agar mudah keluar masuk hutan.

Fahlevi menyebutkan, perburuan merupakan masalah utama kejahatan satwa liar dilindungi di Aceh. Pemburu, hingga penampung atau pembeli satwa-satwa dilindungi, harus ditangkap.

“Jika pembeli utama tidak ditangkap, maka perburuan akan terus terjadi dan satwa dilindungi akan terancam di hutan. Umumnya, perburuan terjadi ketika ada permintaan di pasar gelap,” tuturnya.

Artis yang juga aktivis lingkungan, Melanie Subono, saat diwawancarai Mongabay Indonesia di Lampung pada 1 Mei 2019, mengatakan pendapat yang sama.

Menurut Melanie, untuk menghentikan perburuan satwa dilindungi di hutan Indonesia, yang harus dilakukan adalah menangkap pembeli yang menginginkan satwa liar itu. Jika tidak, perburuan akan terus terjadi.

“Pembeli utama satwa-satwa dilindungi mulai gading gajah, cula badak, kulit harimau, bahkan satwa hidup seperti orangutan dan beruang adalah orang-orang kaya. Mereka harus ditangkap, ketika pembeli tidak ada, perburuan pasti akan berhenti,” paparnya.

Kasus beruang kena jerat babi yang dipasang pemburu, hingga harus diamputasi, bukan kali ini saja terjadi.

Berdasarkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species), beruang madu dimasukkan dalam Appendix-1 sejak 1979 yang berarti tidak diperbolehkan diburu. Sejak 1994, statusnya dikategorikan Rentan (Vulnerable/VU) yang menunjukkan statusnya menghadapi tiga langkah menuju kepunahan di alam liar.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2