Lelaki Tua, Tristania, dan Jalan Terjal Reboisasi di Jannaq Loe

Klikhijau.com - Kabut tebal dan dingin menusuk tulang, jarum jam masih menunjuk pukul setengah enam pagi. Tampak seorang lelaki rentah sedang mencoba membuat api di tungku untuk memasak air dan lonton...

Lelaki Tua, Tristania, dan Jalan Terjal Reboisasi di Jannaq Loe
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Mereka terkadang bermalam di lokasi reboisasi. Mereka membuat rumah-rumah sederhana untuk menghalau dingin dan angin kencang di saat malam hari.

Daeng Toa mengatakan, mereka hanya akan turun gunung saat hari Jumat untuk ibadah dan kembali hari Sabtu, atau juga saat perbekalan sehari-hari mereka habis.

Bagi Anda yang suka mendaki, Jannaq Loe ini merupakan lokasi yang tidak asing. Pada hari libur biasanya akan datang beberapa kelompok yang berkemah. Bahkan melakukan pelatihan alam bebas dari berbagai perguruan tinggi ataupun masyarakat umum.

Lokasi yang tepat di bawah Pattau-tauang dekat puncak Lompobattang ini memiliki lanscape yang begitu indah dengan aliran sungai-sungai kecil dan pepohonan kerdil yang ditumbuhi lumut-lumut.

Anda tidak perlu khawatir akan sumber air, karena air bersih mengalir tepat di sekitar Anda. Air tak datang begitu saja dan bertahan begitu saja. Bisa jadi karena upaya seperti yang dilakukan Daeng Toa dan kawan-kawan.

Karena itu, jika ingin mengunjungi lokasi tersebut akan lebih bijak jika tak menebangi pepohonan dan merusak alam sekitar.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2