Gunung Bawakaraeng Semakin Kritis, Salah Satu Penyebabnya adalah Pendaki

Klikhijau.com – Setiap saya melihat foto-foto para pendaki gunung Bawakaraeng, rasa takjub saya selalu muncul. Bukan hanya karena keindahan alamnya. Tetapi juga keberanian para pendaki menaklukkan gun...

Gunung Bawakaraeng Semakin Kritis, Salah Satu Penyebabnya adalah Pendaki
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Setiap saya melihat foto-foto para pendaki gunung Bawakaraeng, rasa takjub saya selalu muncul. Bukan hanya karena keindahan alamnya. Tetapi juga keberanian para pendaki menaklukkan gunung yang dianggap keramat dan sakral oleh masyarakat Sulawesi selatan.

Keindahan alam gunung Bawakaraeng yang menakjubkan itu—yang dipamerkan para pendaki melalui foto dan video membuat siapa pun yang mencintai keindahan alam ingin mengunjunginya. Karena itu pula, banyak yang berbondong-bondong melakukan pendakian ke sana.

Namun, rasa ketakjuban saya terhadap pendaki sedikit memudar ketika membaca beberapa media online dan menemukan fakta bahwa gunung Bawakaraeng mulai rusak karena ulah para pendaki.

Banyak sampah ditemukan di sana dan bahkan ada yang dengan sangat rela merusak pepohonan.

Hal tersebut bukan sebuah fiksi, sebab yang terbaru  disampaikan sendiri oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan  pada rapat menggelar Rapat Koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan seluruh jajaran Pemprov dan Kepala Daerah se-Sulsel, Jumat 1 Februari 2019 lalu.

Adnan mengungkapkan, salah satu sumbangsih kerusakan di Gunung Bawakaraeng disebabkan karena sebagian pendaki yang melakukan pendakian tidak mengetahui aturan-aturan mendaki.

“Sehingga yang terjadi, mereka bukan hanya menjaga hutan dan gunung tetapi justru mencemari dengan membuang sampah di sembarang tempat, bahkan ada yang sampai merusak pohon. Saya sudah pernah meneriakkan untuk menutup Gunung Bawakaraeng agar proses pemulihan bisa dilakukan dengan baik,” ujar Adnan.

Adnan juga menegaskan  menegaskan, ke depan jika proses pemulihan telah dilakukan dan Gunung Bawakaraeng dapat diakses para pendaki.

Pihaknya akan terlebih dulu membuat Peraturan Daerah (Perda) yang merujuk dengan standar operasional prosedur (SOP) yang benar.

“Ini untuk penindakan karena jika akan dilakukan penindakan dan ada sanksi payung hukumnya harus dengan perda. Ada pun aturan yang ada akan menjadi poin penting nantinya. Yaitu tentang bagaimana menjaga hutan dan gunung saat melakukan pendakian,” tegasnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2