Lebaran, Ingatan, dan Wajah Kampung yang Berubah

Klikhijau.com - Sehari setelah lebaran Idul Fitri, saya, istri dan kedua putri saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman saya, di Desa Bontotanga, Kecamatan Bontotiro, Bulukumba, selain untuk be...

Lebaran, Ingatan, dan Wajah Kampung yang Berubah
Bacakan Artikel
Ilham Aidil

Pengajar PIBA UIN Alauddin Makassar

Desa saya lebih banyak menyimpan sejarah; possi tanah, sumber mata air yang berada di belakang masjid, Ereguru dan berbagai pergumulan masa lalu orang terdahulu sebagai sebuah situs masa lalu. Tidak ada literatur tulisan yang bisa saya dapatkan. Mungkin ada, tetapi hanya dimiliki dan diakses oleh orang-orang tertentu, berbahasa daerah. Selain dari mulut ke mulut yang terdengar sepintas yang saya peroleh sewaktu kecil. Perlahan-lahan orang mulai meninggalkannya. Hal yang bersifat futuristik dan materialis menjadi tujuan masa depan; Uang, harta dan jabatan. Anak-anak yang saya jumpai lebih banyak menghabiskan waktu bermain HP. Tidak lagi di alam yang bebas. Saya seperti napak tilas dan meramu cerita dari satu tempat ke tempat lainnya. Hanya saja saya tidak bisa berlama-lama. Sebab mesti kembali ke rutinitas seperti biasa.

Jangan tanya apa pekerjaan saya, sebab tidak semua pekerjaan saya bisa masuk dalam isian KTP. Suatu hari saya menjadi guru, dosen, trainer, penerjemah, penulis sekaligus penjual buku, blogger, supir, pekebun, petani. Dan apalagi bisa saya kerjakan untuk menghasilkan sesuatu. Barangkali menjadi PNS sekaligus pengusaha. Agar ketika saya pulang kampung tidak lagi ditanya kenapa tidak mendaftar CPNS?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2