Kupu-kupu Ibu

Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Mata Arah

sao layar berlari ke dalam celah batu
ia membawa seluruh ingintahuanmu
tentang bernapas di ruang sempit
dari mata ancaman 

kemarau tiba keringkan mata air
tapi tidak dengan air mata sao
terus menderas
terus mengalir

mata ancaman 
menerkam dari segala mata arah

Oktober 2026

Aroma Kota

saat semua jadi tak penting selain kopi di sebuah kafe dan senyum kekasih yang malu-malu minta diantar pulang. tiga ekor kunang-kunang datang menjitak kepalamu

dan ingatan masa kecilmu tiba dikerlipannya yang mungil. kau ingat pesan ibu, tak perlu cahaya benderang untuk mengindahkan malam, sekerlip saja

kopi dan wajah kekasih luruh, kau kembali ke semesta, pada sebuah sunyi yang langka

tiga ekor kunang-kunang, jadi peta pulang bagimu menjenguk kenangan ibu dan masa kecil yang dirampas dewasa dan aroma kota

Oktober 2026

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Tim Redaksi

Artikel ini disusun oleh tim redaksi