Krisis Iklim Berpotensi Tingkatkan Lebih Banyak Kanker Kulit

Klikhijau.com - The Skin Cancer Foundation (SCF) mengklaim jika kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling umum di dunia. Kanker kulit telah dikaitkan dengan paparan radiasi ultraviolet (UV) d...

Krisis Iklim Berpotensi Tingkatkan Lebih Banyak Kanker Kulit
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - The Skin Cancer Foundation (SCF) mengklaim jika kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling umum di dunia.

Kanker kulit telah dikaitkan dengan paparan radiasi ultraviolet (UV) dari matahari, paparan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko semua jenis kanker kulit bagi manusia.

Saat ini, dengan adanya krisis iklim, maka risiko terkena kanker kulit akan semakin besar. Karena, krisis iklim akan menyebabkan suhu yang lebih tinggi di musim panas.

Para ahli meyakini peristiwa itu akan menyebabkan peningkatan kanker kulit, termasuk melanoma, jenis kanker kulit yang paling serius.

The Guardian melaporkan, jika peningkatan suhu kemungkinan akan sering terjadi. Semisal gelombang panas Inggris, yang telah menjadi salah satu contoh pemanasan global. Parahnya  para ilmuwan iklim mengatakan itu bukan kejadian satu kali saja, tapi akan terus terulang.

Peningkatan suhu karena krisis iklim membuat para dokter sekarang khawatir. Apalagi jika banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan di bawah sinar matahari. Karena paparan sinar UV dan risiko kanker kulit akan mengalami meningkat.

Menurut Profesor Dann Mitchell kata pakar ilmu iklim di University of Bristol bahwa salah satu sinyal paling jelas dari perubahan iklim adalah suhu yang lebih panas, tidak hanya di musim panas, tetapi sepanjang tahun.

“Pergeseran suhu ini juga mengubah pola perilaku, dan orang-orang di Inggris cenderung lebih sering keluar rumah saat suhu hangat. Hal ini menyebabkan lebih banyak paparan sinar matahari sepanjang tahun, dan yang terpenting lebih banyak paparan bagian UV dari sinar matahari itu, yang merupakan faktor risiko yang diketahui untuk kanker kulit,” ungkap Mitchell sebagaimana dilansir dari Ecowatch.

Sementara itu, pemimpin kelompok penelitian melanoma di University of Leeds, Julia Newton-Bishop menyatakan keprihatinan bahwa, melanoma pada dasarnya disebabkan oleh sengatan matahari. Panas yang ekstrem akan menyebabkan lebih banyak kulit terbakar dan peningkatan kasus melanoma.

 Tentang melanoma

Melanoma pada dasarnya disebabkan oleh sengatan matahari. Sebuah penelitian di Inggris menemukan. Paparan UV juga dikaitkan dengan sekitar 90 persen jenis kanker kulit nonmelanoma. Sedangkan menurut SCF, paparan sinar matahari dikaitkan dengan sekitar 86 persen kasus melanoma.

Menurut data dari World Cancer Research Fund International Pada tahun 2020, kasus melanoma terbanyak di dunia ditemukan di Australia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2