Kopi Santung, Kopi Ternikmat Sejagad

"Kopi Santung na Surya" Klikhijau.com - Membayangkan masyarakat Desa Kindang tanpa kopi, rasanya bikin sesak. Kopi telah jadi denyut kehidupan. Penopang hidup paling urgen sejak dulu. Sebelum cengk...

Kopi Santung, Kopi Ternikmat Sejagad
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

"Kopi Santung na Surya"

Klikhijau.com - Membayangkan masyarakat Desa Kindang tanpa kopi, rasanya bikin sesak. Kopi telah jadi denyut kehidupan. Penopang hidup paling urgen sejak dulu. Sebelum cengkeh datang “mengeliminasi” perlahan peran dan pesonanya.

Namun, meski batang kopi perlahan berkurang. Kehidupan tetap didenyutkan dengan kopi di pagi hari. Tak ada aktivitas sebelum ngopi. Segelas kopilah yang jadi “sarapan” paling awal di pagi hari.

Saat bertamu atau santai, jam berapa pun itu, tak peduli siang, sore, malam. Kopi jadi suguhan wajib untuk melewatkan waktu. Menyelingi perbincang yang random.

Saking besarnya peran kopi, bahkan ada nama khusus tentang kopi yang diseduh untuk diminum: ere Bambang. Nama ini hanya berlaku bagi si hitam pekat itu. Teh, susu, milo, dan minuman lainnya harus berdiri di luar pagar ere bambang. Hanya kopilah yang berhak menyandang nama tersebut.

Ere bambang terdiri dari dua suku kata, ere artinya air dan bambang artinya panas. Harusnya itu berlaku bagi semua jenis air panas. Namun, di Desa Kindang, ere bambang hanya berlaku untuk kopi. Itu bukan sekadar nama, tapi sebuah penegasan bahwa minum kopi bagi masyarakat Kindang telah menjadi budaya, identitas yang telah melekat turun-temurun. Minum kopi memiliki kelekatan yang tiada terpisah dari denyut kehidupannya.

Di antara jenis suguhan kopi, ada satu kopi yang paling memikat. Namanya kopi santung. Santung adalah ungkapan yang menggambarkan kedahsyatan rasa. Tak tertandingi. Melekat kuat dalam ingatan.

Kopi santung adalah seduhan kopi yang hitam pekat. Pahit menggigit. Rasa pahitnya setelah diminum akan tertinggal di tenggorokan. Memanjang di sana dalam waktu sekian menit, tapi tak menyiksa, justru melahirkan sensasi nikmat.

Tak ada istimewa dalam penyeduhannya. Terbilang sangat sederhana saja. Seperti umumnya menyeduh kopi dengan cara tradisional—jerang air bening hingga mendidih. Tuang kopi ke dalam gelas lalu siram dengan air mendidih itu. Aduk hingga semua kopi menyatu.

Setelah itu, angkat gelasmu lalu cari spot paling nyaman untuk menikmatinya. Hirup perlahan saat masih mengepul. Rasakan sensasi ampas kopinya menyentuh bibir lalu terbawah ke dalam tenggorokan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2