Konservasi Tetap Beradaptasi di Masa Pandemi Covid-19

Klikhijau.com – Pandemi Covid-19 telah berdampak nyata pada segala dimensi kehidupan, termasuk di bidang konservasi. Meski begitu, aktivitas penguatan konservasi di Sulawesi Selatan tetap berjalan den...

Konservasi Tetap Beradaptasi di Masa Pandemi Covid-19
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pandemi Covid-19 telah berdampak nyata pada segala dimensi kehidupan, termasuk di bidang konservasi. Meski begitu, aktivitas penguatan konservasi di Sulawesi Selatan tetap berjalan dengan tetap berakselerasi dengan era kenormalan baru.

Hal ini menjadi topik utama pada kegiatan ekspos hasil-hasil kegiatan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan tahun 2020, yang digelar di Makassar, 14 Januari 2020.

Kegiatan ini mengambil tema “Bersinergi membangun komitmen dan inovasi konservasi menuju ekonomi kreatif yang berdaya saing di era pandemi”.

Tema ini relevan dengan masa pandemi covid-19 di tahun 2020 berdampak sangat nyata terhadap semua aspek kehidupan manusia, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan konservasi yang meliputi antara lain pengelolaan wisata alam dan pengendalian peredaran satwa liar yang merupakan peran dan fungsi BBKSDA Sulsel.

Kinerja sektor LH dan Kehutanan khususnya bidang konservasi tetap beradaptasi di era pandemi global ini dengan melakukan inovasi dan cara cara baru sehingga tetap mendukung capaian target kinerja ekonomi nasional regional dan lokal.

BBKSDA Sulsel memangku 2 wilayah provinsi (Sulsel dan Sulbar), 3 Kota dan 32 Kabupaten dengan luas kawasan konservasi mencapai hampir 400 ribu hektar dan kawasan ekosistem esensial yang berada di luar kawasan hutan terus berupaya beradaptasi di era kenormalan baru.

Salah satu kebijakan yang diambil di era pandemi adalah reaktivasi obyek wisata alam yang dikelola oleh Ditjen KSDAE bersama mitra untuk tetap mendukung berjalannya ekonomi kreatif sektor wisata di Indonesia.

Kolaborasi multipihak

Untuk Sulawesi Selatan, BBKSDA Sulsel bersama Pemda Kabupaten Soppeng dan Perusda Soppeng melaksanakan instruksi membuka obyek wisata alam Lejja yang merupakan “water spring healing resort” dengan pembatasan jumlah pengunjung (kuota sebanyak hanya 350 orang pengunjung) dan tetap menerapkan protokol pencegahan penularan covid 19 yaitu dengan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan atau 3M.

Tugas lain yang dilakukan BBKSDA Sulsel adalah pengendalian dan peredaran tumbuhan satwa liar (TSL) antara lain dengan melakukan patroli rutin ditingkat tapak, diperkotaan dan dipelabuhan serta bandara serta titik kumpul publik lainnya.

Secara bersamaan BBKSDA Sulsel juga melakukan street campaign (secara virtual) untuk peningkatan penyadartahuan tentang pentingnya pelestarian dan konservasi TSL. Terdapat 146 laporan yang masuk ke Call Center BBKSDA Sulsel atau rata-rata 10 laporan per bulan selama tahun 2020.

Di tahun 2020, BBKSDA juga melakukan penyerahan satwa sebanyak 25 kali dan pelepasliaran satwa kembali ke habitatnya sebanyak 8 kali dengan jumlah 294 individu meliputi jenis burung, mammalia dan reptil serta biota air. Proses pelepasliaran satwa liar endemik ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol covid-19.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2