KNTI: Perlindungan Nelayan Mutlak dalam Negosiasi Iklim COP26

Klikhijau.com - Konferensi Tingkat Tinggi COP UNFCCC ke-26 yang diselenggarakan di Glasgow, Britania Raya harus menghasilkan langkah segera untuk mengatasi dampak perubahan iklim, khususnya bagi sekto...

KNTI: Perlindungan Nelayan Mutlak dalam Negosiasi Iklim COP26
Bacakan Artikel

Hal serupa terjadi dalam perubahan sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk desa tepi laut di Indonesia. Tahun 2014 penghasilan utama 90,42 persen desa tepi laut adalah subsektor pertanian termasuk perikanan, namun pada 2018 berkurang menjadi 89,38 persen desa (BPS, 2020).

Oleh sebab itu, KNTI mendesak pemerintah Indonesia mengambil posisi yang tegas dalam perundingan COP26 untuk memperkuat perlindungan bagi nelayan akibat perubahan iklim.

Pertama, program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di kawasan pesisir harus menjadi prioritas yang ditunjukan dengan perencanaan dan alokasi anggaran yang memadai, di tingkat nasional dan daerah.

Kedua, Memastikan keselamatan bagi nelayan dalam melakukan Penangkapan Ikan;

Ketiga, penyediaan infrastruktur di pesisir yang partisipatif, ramah lingkungan dan mengadopsi pengetahuan lokal untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Keempat, meningkatkan ketersediaan akses pembiayaan, pendidikan, dan pasar bagi nelayan dan perempuan nelayan dalam menerapkan strategi adaptasi.

Kelima, menyediakan akses informasi iklim bagi nelayan antara lain:  kecepatan angin, tinggi gelombang, suhu, dan intensitas hujan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2