KLHK Terbitkan Tiga Buku Panduan Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Klikhijau.com - Kementerian Pertanian bersama dengan FAO meluncurkan 3 buku panduan dalam menghadapi ancaman penyakit Infeksi Baru/Berulang (PIB) dan Zoonosis (penyakit hewan yang menular ke manusia)....

KLHK Terbitkan Tiga Buku Panduan Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis
Bacakan Artikel

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita mengatakan buku-buku ini adalah dokumen penting.

Berisi panduan bagaimana kita bisa mengerahkan semua kemampuan kita dalam menghadapi ancaman terjadinya wabah. Dan ini merupakan hasil dari kolaborasi, koordinasi dan komunikasi kita bersama.

Lebih lanjut Diarmita mengungkapkan, banyak masyarakat Indonesia yang selama ini hanya mengenal bencana dalam konteks alam. Seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan sebagainya. Padahal ada bencana non alam, yaitu wabah penyakit yang juga tidak kalah mengkhawatirkan. Jika tidak bersiap dalam menghadapinya.

“Kita pernah merasakan wabah flu burung tahun 2003 lalu, dimana penyakit tersebut sempat menyebabkan kematian pada manusia”, sebut Diarmita. “Hal ini tentunya harus kita antisipasi dan jangan sampai terulang kembali”, imbaunya.

Lebih jauh Asisten Deputi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Naalih Kalsum menyebut Epidemi Ebola yang terjadi pada tahun 2016 .

Kematian manusia yang disebabkan oleh penyakit Zoonosis setiap tahun, mengindikasikan hubungan kuat antara kesehatan manusia, kesehatan hewan dan lingkungan.

Sehingga pendekatan multisektoral menjadi penting untuk mendeteksi, mencegah dan mengendalikan ancaman tersebut, atau yang dikenal dengan sebutan pendekatan One Health.

2 KLHK Terbitkan Tiga Buku Panduan Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Siti Ganefa dari Kementerian Kesehatan juga mengatakan beban untuk menghadapi ancaman penyakit. Terlebih PIB dan Zoonosis (yang ditularkan melalui hewan) tidak bisa ditanggung oleh Kementerian-nya sendiri.

Ia berpendapat perlu adanya koordinasi lintas sektor dan lintas disiplin ilmu, baik di tingkat lokal, nasional bahkan global untuk menghadapinya. Sehingga  pendekatan One Health menjadi sangat penting karena pasti sulit menghadapi ancaman ini sendiri.

FAO ECTAD Team Leader, James McGrane menegaskan, dalam peningkatan kapasitas pemerintah untuk mencegah, mendeteksi, dan merespon ancaman kesehatan global yang baru. Atau yang muncul kembali, dan “berpindah” ke manusia melalui populasi hewan, maka FAO mendukung pemerintah Indonesia melalui program EPT2 yang didanai oleh USAID.

Disela-sela peluncuran dokumen tersebut juga dilakukan penandatangan secara simbolis oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian (Direktur Keswan). Kementerian Kesehatan (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan zoonotik P2PTVZ) dan Kementerian LHK (Direktur KKH).

“Semoga dengan kehadiran tiga dokumen ini, kita dapat melindungi masyarakat Indonesia dan sumber penghidupannya,” pungkas James.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2