Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Kisah dari Jenewa, Kesepakatan Mengatasi Polusi Plastik Temui Jalan Buntu?

Klikhijau.com - Jalan ke depan untuk mengatasi polusi plastik masih sangat samar. Tak ada kepastian. Hal tersebut terlihat jelas di Jenewa, Swiss. Di mana para delegasi yang membahas perjanjian per...

Oleh Tim Redaksi 15 Aug 2025 14:43 3 menit baca
Klikhijau.com - Jalan ke depan untuk mengatasi polusi plastik masih sangat samar. Tak ada kepastian. Hal tersebut terlihat jelas di Jenewa, Swiss. Di mana para delegasi yang membahas perjanjian pertama di dunia yang mengikat secara hukum untuk mengatasi polusi plastik gagal mencapai konsensus, meski perundingan dilakukan selama 10 hari. Namun, tak menghasilkan kesepakatan apa-apa. Lebih dari 1.000 delegasi telah berkumpul di Jenewa untuk putaran pembicaraan keenam, setelah pertemuan Komite Negosiasi Antarpemerintah (INC) di Korea Selatan akhir tahun lalu berakhir tanpa kesepakatan. Isu-isu yang paling memecah belah hingga menemui jalan buntu meliputi pembatasan produksi, pengelolaan produk plastik dan bahan kimia yang menjadi perhatian, dan pembiayaan untuk membantu negara-negara berkembang menerapkan perjanjian tersebut. [irp] Jadinya, kegagalan tersebut membuat para aktivis anti-plastik menyuarakan kekecewaan, tetapi tetap menyambut baik penolakan negara-negara terhadap kesepakatan lemah yang gagal membatasi produksi plastik. Negosiasi telah memasuki babak perpanjangan waktu pada hari Kamis karena negara-negara berjuang keras untuk menjembatani perbedaan pendapat yang mendalam mengenai tingkat pembatasan di masa mendatang. Banyak pihak, termasuk Menteri Lingkungan Hidup Denmark, Magnus Heunicke, yang bernegosiasi atas nama Uni Eropa, kecewa karena upaya terakhir tidak membuahkan hasil. "Tentu saja kita tidak bisa menyembunyikan betapa tragis dan sangat mengecewakan melihat beberapa negara mencoba menghalangi sebuah perjanjian," ujarnya kepada awak media. [irp] Ia berjanji untuk terus mengupayakan perjanjian yang diperlukan untuk mengatasi "salah satu masalah polusi terbesar yang kita hadapi di bumi." Luis Vayas Valdivieso, kKetua negosiasi dari Ekuador menunda sesi tersebut dengan janji untuk melanjutkan pembicaraan pada tanggal yang belum ditentukan, yang disambut tepuk tangan lemah dari delegasi yang kelelahan karena telah bekerja hingga dini hari. Sementara itu, Menteri Ekologi Prancis Agnes Pannier-Runacher menyampaikan dalam sesi penutupan pertemuan bahwa ia "sangat marah karena meskipun ada upaya sungguh-sungguh dari banyak pihak dan kemajuan nyata dalam diskusi, belum ada hasil nyata yang diperoleh." Menurut delegasi Kolombia, Haendel Rodriguez  bahwa kesepakatan tersebut telah "diblokir oleh sejumlah kecil negara yang tidak menginginkan kesepakatan tersebut." [irp] Para diplomat dan aktivis iklim telah memperingatkan awal bulan ini bahwa upaya Uni Eropa dan negara-negara kepulauan kecil untuk membatasi produksi plastik murni - yang berbahan bakar minyak bumi, batu bara, dan gas - menghadapi pertentangan dari negara-negara penghasil petrokimia dan AS di bawah Presiden Donald Trump. Delegasi AS John Thompson dari Departemen Luar Negeri menolak berkomentar saat meninggalkan pembicaraan. [irp] Pejabat PBB dan beberapa negara, termasuk Inggris, mengatakan bahwa negosiasi harus dilanjutkan tetapi yang lain menggambarkan prosesnya rusak. "Sangat jelas bahwa proses saat ini tidak akan berhasil," kata delegasi Afrika Selatan. Inger Andersen, Direktur Eksekutif Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga berjanji untuk melanjutkan upayanya. "Kita belum mencapai tujuan yang kita inginkan, tetapi masyarakat menginginkan kesepakatan," pungkas Inger. [irp] Dari Reuters    
Topik terkait
#bahan bakar #polusi #polusi plastik #masalah polusi plastik #kimia #solusi polusi plastik #jenewa #swiss