Kisah 2 Satwa Dilindungi yang Kembali Pada Tempat Seharusnya
Klikhijau.com – Peran penyu dalam dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sangat penting. Keberadaannya membawa ragam manfaat. Penyu termasuk penjaga populasi hewan lain. Ia dapat mengendalikan j...
Klikhijau.com – Peran penyu dalam dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sangat penting. Keberadaannya membawa ragam manfaat.
Penyu termasuk penjaga populasi hewan lain. Ia dapat mengendalikan jumlah krustasea, menjaga keseimbangan alga dengan memakan tumbuhan laut.
Selain itu, penyu juga ikut serta menyediakan habitat bagi organisme laut kecil yang hidup di tempat bertelur penyu.
Manfaat lainnya adalah dapat pula membantu dalam sirkulasi nutrisi di laut melalui konsumsi dan distribusi material organik.
[irp]
Mengingat pentingya peran biota purba ini, maka untuk melindunginya ia dimasukkan dalam list satwa dilindungi oleh negara.
Indonesia merupakan rumah bagi enam jenis penyu, yakni Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate), Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Pipih (Natator depressus), Penyu Tempayan (Caretta caretta), dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea).
Khusus di Taman Nasional Taka Bonerate, ada 4 jenis satwa penyu, yakni penyu hijau, Penyu Sisik, Penyu Tempayan, dan Penyu Lekang.
Penyu-penyu tersebut senang bermain dan mencari makan diantara ekosistem karang dan lamun. Walaupun hidup bebas, satwa ini sering terjerat di limbah jaring nelayan atau tak sengaja masuk ke jaring nelayan.
[irp]
Semisal Penyu Sisik yang ditemukan oleh nelayan bernama Bolleng. Penyu tersebut ditemukan di sebelah timur P. Latondu terjerat jaring yang hanyut (Ghost Fishing).
Menurut keterangan Bolleng, penyu tersebut tidak diketahui sudah berapa lama berada dalam jaring.
Setelah diselamatkan, penyu tersebut kemudian diserahkan kepada petugas Resort Latondu, Balai Taman Nasional Taka Bonerarte untuk dilepasliarkan.
Namun sebelumnya dilepasliarkan, telah dilakukan pengecekan kondisi fisik oleh petugas. Berdasarkan cek kondisi fisik, penyu tersebut memiliki panjang karapas 33 cm, lebar karapas 32 cm.
"Sesuai hasil pemeriksaan Penyu ini berjenis kelamin betina, dan Alhamdulillah bergerak aktif (sehat)," jelas Andi Firman Polhut Ahli Pertama Resor Latondu.
[irp]
Setelah melakukan cek kondisi fisik oleh petugas Resort Latondu, Ahmad Nuryadin melepasliarkan penyu tersebut di sisi barat Pulau Latondu besar.
Pelepasliaran itu disaksikan anak-anak Desa Pulau Latondu. Kehadiran anak-anak menyaksikan pelepasliaran itu diharapkan ke depannya anak-anak tersebut ikut menyayangi dan turut menjaga kelestarian penyu.