Ketika Siti dan Sudin Merayakan Kemerdekaan di Alam Liar

Klikhijau.com – Siti dan Sudin memang cukup beruntung. Keduanya selamat dari perdagangan ilegal satwa liar dilindungi pada tahun 2021 lalu. Mereka diselamatkan di Pelabuhan Bakauhuni Lampung. Sejak...

Ketika Siti dan Sudin Merayakan Kemerdekaan di Alam Liar
Bacakan Artikel

Indra juga menuturkan jika interaksi sosial keduanya dengan orangutan lain yang telah dilepasliarkan juga baik.

Mereka bahkan banyak belajar dan meniru aktivitas orangutan tersebut lainnya. Kehadiran orangutan lain yang memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik telah membantu proses belajar mereka kembali hidup di alam liar.

Keduanya memiliki perbedaan mencolok. Siti lebih aktif dan pemberani dibandingkan Sudin.

Sudin sedikit pemalu, namun lincah dalam bergerak. Mereka suka bermain bersama baik di kandang maupun saat menjalani sekolah hutan. Siti dan Sudin sudah dapat memanjat pohon setinggi 10-20 meter di atas tanah sekarang.

Awalnya mereka sering jatuh ke tanah saat belajar memanjat. Namun, mereka selalu berusaha memanjat kembali sehingga mereka sekarang sudah terampil dan lincah dalam memanjat maupun berpindah dari satu pohon ke pohon lain.

Beradaptasi dengan alam liar

Kini, Siti dan Sudin banyak belajar memakan berbagai jenis pakan hutan dari orangutan yang sudah dilepasliarkan, seperti: buah, daun, kambium, stem, bunga dan serangga. Mereka paling banyak memakan buah hutan, sebagai contoh: liana, barangan, besai, mahang, dan tapus.

Selama menjalani sekolah hutan di sekitar area SORC, keduana banyak bertemu orangutan yang telah dilepasliarkan. Meskipun begitu, keduanya memiliki travel bond yang erat, mereka paling suka bermain dengan orangutan lain, terutama orangutan yang masih muda.

Mereka juga sering meniru serta belajar dari aktivitas induk dan anak orangutan yang mereka temui selama sekolah hutan. Saat ini, mereka sedang memulai belajar membuat sarang di atas pohon.

Siti sudah bisa membuat sarang dengan kualitas yang baik. Ia mencari dahan yang kuat untuk membangun sarang, kemudian ia mulai melipat daun dan ranting menjadi sarang kecil.

Sedangkan Sudin suka mengamati Siti yang sedang membangun sarang. Namun, Sudin belum bisa membuat sarang sehingga ia masih berbagi sarang dengan Siti ataupun menggunakan bekas sarang orangutan lain untuk beristirahat.

Pada malam Siti dan Sudin tinggal di kandang SORC dan mendapatkan perawatan dari staf SORC setiap harinya. Trainer orangutan akan membawa mereka untuk mengikuti sekolah hutan saat cuaca cerah.

Saat turun hujan, mereka tidak pergi ke sekolah hutan dan menerima sesi pengkayaan perilaku di dalam kandang. Selama di kandang itu mereka juga mendapatkan berbagai jenis pakan selama tinggal dalam kandang, yaitu: buah lokal, sayuran lokal, pakan dari hutan (daun atau buah hutan), serta susu. Makanan favorit mereka adalah pisang dan nanas.

Tim BKSDA dan FZS Indonesia senantiasa memantau dan mengevaluasi perkembangan Siti dan Sudin dalam menjalani program reintroduksi di SORC Sungai Pengian.

Hasil evaluasi kelak akan memungkinkan dua anak orangutan ini dilepasliarkan sepenuhnya. Kami berharap Siti dan Sudin dapat tumbuh dengan baik dan dilepasliarkan di hutan bentang alam Bukit Tiga Puluh.(*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2