Kenalkan Darah Naga, Pohon Aneh dari “Tempat Persembunyian Dajjal”

Klikhijau.com – Bentuknya seaneh namanya. Pohon darah naga. Ia tumbuh di pulau paling “aneh” di muka Bumi, Pulau Socrota. Secara administrasi , pulau ini masuk wilayah Yaman, meskipun begitu, secar...

Kenalkan Darah Naga, Pohon Aneh dari “Tempat Persembunyian Dajjal”
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Bentuknya seaneh namanya. Pohon darah naga. Ia tumbuh di pulau paling “aneh” di muka Bumi, Pulau Socrota.

Secara administrasi , pulau ini masuk wilayah Yaman, meskipun begitu, secara geografis, bagian dari Afrika.

Pulau tempat tumbuhnya pohon darah naga memiliki banyak gelar, mulai dari The Lost World, Pulau Alien, dan bagi orang di Timur Tengah menggelarinya Tempat Persembunyian Dajjal, dan sebagainya.

Namun, bagi para pegiat lingkungan, pulau ini punya nama khas, Galapagos di Samudra Hindia.

Pulau Socotra telah memisahkan 34 juta tahun dari daratan Saudi, sehingga membuatnya begitu unik. Selain itu, keanekaragaman flora dan faunanya yang khas, tak ada di tempat lain.

Salah satunya, pohon darah naga itu yang memiliki nama ilmiah dracaena cinnabari. Tumbuhan ini juga dikenal sebagai Suji Socotra dan Dragon Blood Tree (Suji Darah). Flora ini dijuluki demikian karena getah merah yang diproduksi oleh tumbuhan ini.

Tumbuhan unik ini bisa tumbuh setinggi 10 meter dengan lebar 3 meter. Secara umum, jika dilihat, bentuknya seperti payung dengan dahan dan cabang melebar ke samping. Ujung dahannya dibuka daun-daun.

Pohon ini termasuk pohon langka dan tua yang ada di dunia. Ia tumbuh di daerah yang kering dan dapat mencapai lebih dari 300 tahun.

Seperti yang ditulis Akhyari Hananto di Mongabay, pohon ini pertama kali dideskripsikan oleh James Raymond Wellsted pada 1830-an yang menamainya Pterocarpus draco.

Status rentan punah

Namun, ahli botani Skotlandia bernama Isaac Bayley Balfour yang mengutip spesies ini dan memberikan nama ilmiahnya pada 1880.

Selain bentuknya aneh, pohon ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Sejak era keemasan Romawi, Mesir, dan Yunani. Getahnya telah digunakan sebagai bahan obat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2