Kemenkes: Vape Miliki Risiko Lebih Berbahaya

Klihijau.com - Perbincangan tentang vape atau rokok elektrik rupanya sedang menghangat. Pengganti rokok konvensional atau rokok tembakau itu diduga ramah bagi kesehatan. Namun, kenyataannya tak dem...

Kemenkes: Vape Miliki Risiko Lebih Berbahaya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Ada tiga aspek yang direvisi pada PP Nomor 109 Tahun 2012 untuk memasukkan regulasi vape dan produk tembakau turunannya.

Pertama, perluasan batasan rokok dan produk rokok. Kedua, ukuran gambar peringatan kesehatan atau pictorial health warning (PHW) yang diperbesar

Ketiga, pengaturan tentang iklan atau promosi rokok. Masih ada ruang yang belum dijangkau, misalnya, di sebuah toko (masih ada) yang menyertakan gambar rokok besar-besar.

Anung belum tahu kapan pembahasan PP tersebut bakal akan rampung karena perlu melibatkan kementerian/lembaga lain, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta unit usaha kecil menengah

Sementara itu, menteri Kesehatan Nila Moeloek juga mengaku, bahaya vape memang sangat berbahaya.  Pernyataan tersebut juga sesuai laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bahaya rokok elektrik sama berbahaya dengan rokok tembakau, yang mengandung minimal mengandung 4.000 bahan beracun.

"Saya juga sudah baca penelitian. Kalau lihat tulisan-tulisan dari luar negeri memang menyatakan vape berbahaya," tambah Menkes Nila.

Menyoal salah satu produk alternatif rokok dari AS yang masuk ke Indonesia, yakni JUUL, Anung berpendapat produk rokok tersebut seharusnya melalui uji klinis sebelum beredar di pasaran.

Sedangkan menurut Feni Fitriani Taufik yang merupakan dokter spesialis paru bahwa kandungan nikotin maupun zat-zat lain dalam rokok elektrik yang terdapat dalam produk tersebut lebih tinggi dari yang tertera di kemasan.

Lebih baik, jika memang ingin sehat tidak menggunakan rokok elektrik. Pilih yang jelas lebih aman untuk tubuh.

"Kalau dari segi kesehatan ya kalau mau sehat jangan pakai perantara sesuatu yang keamanannya tidak jelas atau sesuatu yang masih berbahaya," tegas Feni.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2