Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Keladi Hias dan Ibu

Keladi Hias dan Ibu   hujan memang menumbuhkan keladi hias di depan rumah. di mana ibu senang menghitung warnanya, serupa menghitung berapa tetes keringat ia habiskan membasminya keladi hi...

Oleh Idris Makkatutu 05 Apr 2025 12:40 2 menit baca

Keladi Hias dan Ibu

  hujan memang menumbuhkan keladi hias di depan rumah. di mana ibu senang menghitung warnanya, serupa menghitung berapa tetes keringat ia habiskan membasminya keladi hias itu harusnya dipindahkan ke pot oleh ibu. tapi, ibu lebih menyukai menanam porang, yang saat bunganya mekar. baunya menyerbu ke dapur mengalahkan bau bawang putih ibu tak lagi suka memelihara bunga sejak mata ayah kena katarak. ibu lebih suka memelihara setianya. disiram lima kali sehari dengan rasa sabar dan doa-doa Kindang, April 2025 [irp]

Kabut Peluru

  kabut tiba di matamu sebagai ranting-ranting tempat bertumbuh daun-daun kenangan juga buah mimpi-mimpi suatu waktu, kau pernah berlari ke atas bukit. mengejar capung yang dikepung hujan ketika sampai, kau dapati dirimu jadi asing sendiri kali waktu, kau mencari cacing di pematang sawah sebagai umpan saat memancing di danau di ujung kampung tak ada cacing kau temukan, hanya ada sampah plastik yang di buang ayahmu pada masa lalu kabut yang tiba di matamu berubah puluhan peluru, luruhkan semua inginmu Kindang, April 2025 [irp]

Mengenang Sawah

  yang paling merindu hujan adalah sawah-sawah itu sejak air kemasan masuk kampung. aliran air berhenti menuju sawah sawah hanya ada saat hujan. selebihnya tanah tandus mengendus petaka saat hujan tiba, sawah berubah gudang sampah. menampung semua serakah orang-orang kini mengenang sawah sebagai masa muda yang tak pernah kembali Kindang, April 2025 [irp]

Harapan Ayah

  ayah menatap pohon cengkeh di depan rumah. matanya lupa berkedip. wajahnya berubah kabut senja kemarau berhenti datang. hujanlah bertamu tiap hari. hujan bisa menumbuhkan apa saja, kecuali buah cengkeh harapan ayah menjenguk cucunya di kampung jauh mengering. Kindang, 2025 [irp]
Topik terkait
#puisi #puisi lingkungan #tanaman hias #porang #bawang putih #keladi hias