Kehujanan Bukanlah Penyebab Masuk Angin, Ini Faktanya

Klikhijau.com - Pernah masuk angin setelah hujan-hujanan? Banyak yang mempercayai jika kehujanan atau kemasukan banyak angin adalah penyebab masuk angin. Ternyata, cuaca tidaklah secara langsung me...

Kehujanan Bukanlah Penyebab Masuk Angin, Ini Faktanya
Bacakan Artikel

Selain rasa tak nyaman di tenggorokan, sakit tenggorokan juga bisa menimbulkan gejala berupa demam, batuk, hidung berair, bersin-bersin, dan pusing.

Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus umumnya berlangsung selama lima hingga tujuh hari. Untuk mengatasi gejala demam dan nyeri, Anda bisa mengonsumsi paracetamol.

Jika tidak kunjung sembuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter sebab sakit tenggorokan bisa saja dipicu oleh infeksi bakteri.

# Influenza atau flu

Inluenza atau flu disebabkan oelh infeksi virus yang bisa memicu demam, pegal-pegal, hidung beringus, bersin, batuk, dan menggigil. Karena itu, penderita umumnya menganggap dirinya mengalami masuk angin.

Virus penyebab flu ditularkan melalui udara saat penderita bersin atau batuk. Anda juga dapat terkena influenza jika menyentuh permukaan atau barang yang sudah terkontaminasi oleh virus.

Umumnya, flu bisa sembuh sendiri seiring waktu dengan minum banyak cairan dan istirahat. Minum obat flu juga dapat membantu meredakan gejalanya.

# Sinusitis

Sinusitis bisa menjadi salah satu penyebab Anda masuk angin. Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada sinus, yaitu rongga-rongga udara di bawah hidung maupun pipi.

Gejala sinutisis berbeda-beda dari tiap penderita. Mulai dari nyeri pada wajah, hidung mampet atau beringus, batuk, demam, rasa letih, dan sakit kepala.

Sinutisis bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Namun, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejalanya, seperti obat dekongestan dan obat pereda nyeri.

# Selesma atau pilek

Selesma atau pilek (common cold) juga termasuk penyebab masuk angin. Pilek memiliki gejala yang hampir mirip dengan flu, namun virus pemicunya berbeda.

Gejala penderita selesma meliputi hidung berair, batuk, sakit kepala, menggigil, pegal, dan lemas. Pilek biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan, seperti obat dekongestan, obat antihistamin, dan obat pereda nyeri.

Banyak istirahat dan banyak minum penting untuk mempercepat proses pemulihan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2