Kecupan Kemarau
Kecupan Kemarau Sebelum pergi, kemarau mengecup kerut dahiku Mengorek rasa nyeri dalam rongga benakku Kemarau yang bernama takdir Tak mungkin kulawan Maka kubiarkan saja ia menjilat mata...
Kecupan Kemarau
Sebelum pergi, kemarau mengecup kerut dahiku Mengorek rasa nyeri dalam rongga benakku Kemarau yang bernama takdir Tak mungkin kulawan
Maka kubiarkan saja ia menjilat mata batinku Bakar gelap yang terlelap dalam kamar impian Kukosongkan bola mata dari angan kelabu
Tak usah terkejut Toh, putaran jarum jam akan merajut kisah dan takdir lain Kisah kemarau dari bibir petani yang selalu bisu Bisu dari apresiasi dalam belantara kebijakan baru pemerintah
Mau apa lagi? Semua dikelupas nasib Dan tak ada yang mengerti kenapa mereka harus peduli
Aku mengusap wajah “panen gagal lagi tahun ini,” ujarku
Kemarau memanggang. Air irigasi mengisi kantong koruptor
2023
[irp]
Dalam Bingkai
Aku di pojokan dalam bingkai sebuah lukisan Kebun pisang yang samar, hutan pinus yang terbakar Seorang bocah kecil kesasar
Yang ditungguinya cuma kapan lolos dari rasa tersesat Lepas dari lubuk ketakutan yang memenjarakan hidupnya
Di dalam dirinya pinus tumbuh berbuah apel Belukar, ular, dan jalan-jalan yang menyesatkan
Ia seperti sedang menghadapi teka-teki ganjil Seperti dihadapkan dengan perobatan di dapur yang menghitung upah kerja Bon-bon warung dan itu Uang jajan bocah yang tak kenal senyum ibu
Satu-satunya yang tersisa hanya lampu lima watt Dan seorang lelaki tua di pojok kamar menghitung utang Dalam kepalanya terbersit sebuah pertanyaan, "Apakah lukisan itu kujual saja?"
Lukisan hutan hijau yang babat Lalu dipindahkannya ke dalam lukisan
2023
[irp]
Panas Debu
Panas bercampur debu, terbawa angin terbang ke mana-mana
Berita hari ini mengabarkan, 2.000 HA sawah tadah hujan terancam gagal panen Bendungan yang dijanjikan tak kunjung dibangun Meski telah 20 tahun lalu diusulkan
Tak ada satu pun yang ingin disalahkan Saling lempar tanggung jawab Kewenangan dinas inilah, kewenangan dinas itulah
Sedang para petani sibuk mengakrabi peluh dan matahari Pun anak cucu yang dilahirkan sebagai suku terasing Di negeri yang terus diperah seperti sapi oleh para pemangku kekuasaan
Berita tentang luka terus saja tiba Menggaruk luka di tubuh, di hati
2023
[irp]
Lapar memang memalukan!
Kalimat itu pernah kubaca dari sebuah buku puisi yang ditulis orang hilang Sampai kini tak ditemukan
Sebagai buruh pabrik yang nasibnya hampir sama dengannya Tiba-tiba aku merasa takut untuk menulis puisi Takut menjadi lapar dan sibuk menjadi orang yang tak bisa diajak bicara
Tapi bukankah puisi itu senjata yang bisa kau kokang kapan saja? Tapi kenapa pula tanganku gemetar ketika ia ingin bicara dan menuntut keadilan?
Di luar pepohonan nyaris berlarian di hempas angin Sampah-sampah menghuni jalanan Udara berkabut polusi Gagal panen mengintai Satwa menghilang dari habitatnya Dan percakapan-percakapan petinggi partai di televisi masih saja bisa menghiburku Menyelamatkan omongan besar mereka yang tak pernah bisa dibungkam
2023
[irp]