Embung Pertanian, Solusi Petani Desa Kanreapia Hadapi Kemarau
Klikhijau.com - Sayur mayur para petani di Desa Kanreapia masih terlihat hijau dan tumbuh subur. Para petani masih terlihat panen setiap hari dengan bergantian. Tiada hari tanpa panen di kampung in...
Klikhijau.com - Sayur mayur para petani di Desa Kanreapia masih terlihat hijau dan tumbuh subur. Para petani masih terlihat panen setiap hari dengan bergantian.
Tiada hari tanpa panen di kampung ini, tiada hari tanpa bertani. Karena hampir semua penduduk di desa ini berprofesi sebagai petani.
Desa yang berada di dataran tinggi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini. Memang sejak dulu dikenal sebagai penghasil sayur mayur.
Menariknya, meski kemarau seperti tahun ini. Sayur mayur di desa ini tetap bertumbuh dan panen setiap hari.
[irp]
Jangan heran jika sedang kemarau. Para petani setiap hari sibuk menyiram sayur mayur mereka. Mereka menggunakan alat sprinkler.
Petani bisa melakukan penyiraman dengan area yang luas karena sudah menggunakan alat otomatis. Sprinkler sebagai alat yang bisa bekerja sendiri tidak usah menggunakan tenaga ekstra lagi seperti petani – petani dahulu.
Pertanian saat ini juga sudah terbilang modern, mulai dari pengairan hingga cara penyiraman. Hal ini juga menjadi daya tarik bagi petani milenial untuk bertani dan mengembangkan potensi desanya.
Jamaluddin Dg Abu, salah satu Petani Milenial yang juga merupakan pemerhati embung pertanian terus bersama petani untuk menjaga mata air, menghemat air dan membuat penampungan air untuk memanen air hujan dimusim hujan dan menampung air dari mata air untuk digunakan menyiram sayur mayur.
[caption id="attachment_29386" align="aligncenter" width="650"] Embung pertanian di Desa Kareapia, Gowa-foto/Ist[/caption]