Kaya Manfaat, Masyarakat Olah Bunga Telang Jadi Aneka Minuman
Klikhijau.com – Memiliki bunga berwarna ungu kebiruan. Menjadikan bunga telang sebagai pilihan menciptakan halaman rumah yang indah. Bunga bernama latin Clitoria ternatea ini merupakan salah satu d...
Klikhijau.com – Memiliki bunga berwarna ungu kebiruan. Menjadikan bunga telang sebagai pilihan menciptakan halaman rumah yang indah.
Bunga bernama latin Clitoria ternatea ini merupakan salah satu dari tanaman yang semua bagiannya memiliki manfaat fungsional bagi tubuh manusia.
Bagian kelopak bunganya bermanfaat sebagai antioksidan, antidiabetes, antiobesitas, antikanker, antiinflamasi, antibiotik dan melindungi jaringan hati. Berbagai komponen bioaktif terdapat pada bunga telang, baik yang bersifat lipofilik maupun hidrofilik (Abdullah Muzi Marpaung, 2020)
Melihat manfaatnya yang besar itu. Membuat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengolahnya menjadi aneka minuman.
[irp]
Membuat minuman dari bunga ini tidak perlu puyeng masalah bahan baku. Membudiyakan bunga telang tidak sulit. Ia memiliki karakter pertumbuhan yang mudah. Anda dapat menanamnya di taman atau pekerangan rumah. Pun tidak membutuhkan perawatan berlebihan.
Ide membuat minuman dari bunga ini oleh masyarakat Desa Sumbermulyo, merupakan ide yang cerdas dalam menangani masalah ekonomi keluarga di tengah terjangan Covid-19.
Danang Ari Krisnadi, pemilik UKM 'Ash Shikhah' di Dusun Sirat, Sumbermulyo mengatakan, masyarakat memproduksi beberapa minuman dari pengolahan bunga telang. Produk mereka berupa teh tubruk, teh celup, minuman original hingga campuran madu.
Produk dari bunga ini menurut Abdullah Muzi Marpaung (2020) mudah dijumpai di restoran termasuk minuman atau dalam bentuk penganan lain.
Bunga telang, segar ataupun kering, kini relatif semakin ramai diperjualbelikan. Semakin banyak pula yang menanam tanaman bunga telang di pekarangan rumah untuk keperluan satu keluarga.
Membudidayakan bunga telang diakui Danang tidak sulit. Ia sendiri membudidayakan bunga telang sekitar enam bulan yang lalu di pekarangan rumahnya
Tidak hanya Danang yang membudidayakannya, tapi juga warga sekitar. Mereka memanfaatkan waktu yang lebih banyak di rumah akibat pandemi wabah Covid-19.
[irp]
Danang membudidayakan bunga telah belum lama. baru 6 bulan terakhit, tapi sudah bisa memanen bunganya kurang lebih 50 kilogram dalam sebulan.
"Proses pengolahannya saya dapatkan dari mengikuti sebuah seminar. Dari situ saya mencoba membuat aneka minuman, dan Alhamdulillah dapat respons dari konsumen," kata Danang.