Kawasan Lindung, Benteng Terakhir bagi Satwa Liar

Klikhijau.com – Konservasi menjadi salah satu pilihan untuk menyelamatkan tumbuhan dan satwat liar (TSL). Karena konservasi sendiri berarti pelestarian atau perlindungan. TSL, bagaimana pun, dengan...

Kawasan Lindung, Benteng Terakhir bagi Satwa Liar
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Konservasi menjadi salah satu pilihan untuk menyelamatkan tumbuhan dan satwat liar (TSL). Karena konservasi sendiri berarti pelestarian atau perlindungan.

TSL, bagaimana pun, dengan semakin maraknya tangan-tangan jahil yang mengusiknya, memang perlu perlindungan agar tetap bertahan.

Banyak cara yang telah ditempuh agar TSL bisa terselamatkan, khususnya yang terancam punah. Misalnya yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan beberapa waktu yang lalu.

BBKSDA Sulsel menggelar kegiatan Ekspose Kinerja Kelola Konservasi Tahun 2021. Salah satu tujuan dari kegiatan itu untuk meningkatkan peran serta dan membangun komitmen parapihak dalam pemberdayaan masyarakat,  pengelolaan wisata, dan pengendalian peredaran TSL wilayah Sulselbar.

Pertanyaannya, untuk melestarikan sumber daya alam, khususnya satwa liar, kawasan seperti apakah yang paling ideal dan efektif?

Pertanyaan itu bisa ditemukan jawabannya pada hasil penelitian terbaru yang dipimpin oleh University of British Columbia (UBC).

Dilansir dari Earth, dengan menganalisis data dari 8.671 stasiun perangkap kamera yang tersebar di empat benua dan 23 negara. Penelitian itu menarik kesimpulan bahwa  kawasan lindung sangat efektif dalam melestarikan satwa liar .

Peran taman dan cagar alam

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Conservation Letters: A Journal of the Society for Conservation Biology itu mengungkapkan, menurut rekaman yang diperiksa, habitat dengan penunjukan yang dilindungi memiliki keanekaragaman mamalia yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hutan atau daerah hutan belantara yang tidak memiliki penunjukan seperti itu.

Efek positif pada satwa liar bahkan ditemukan di kawasan lindung yang terkena gangguan manusia, seperti penebangan atau penggunaan rekreasi.

“Ini bukan berita yang mengejutkan, tetapi ini adalah bukti menarik tentang peran penting taman dan cagar alam dalam konservasi satwa liar,” kata penulis senior studi Dr. Cole Burton.

Burton merupakan ahli biologi konservasi di UBC yang berspesialisasi dalam populasi mamalia dan manusia. interaksi satwa liar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2