Kabar Gembira, Bayi Elang Jawa Kembali Lahir Di TN Bromo

Klikhijau.com - Kabar membahagiakan kembali datang dari spesies burung pemangsa khas pulau jawa, yakni Elang Jawa. Burung yang diabadikan sebagai ikon negara berjuluk “sang garuda” ini melahirkan seek...

Kabar Gembira, Bayi Elang Jawa Kembali Lahir Di TN Bromo
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kabar membahagiakan kembali datang dari spesies burung pemangsa khas pulau jawa, yakni Elang Jawa. Burung yang diabadikan sebagai ikon negara berjuluk “sang garuda” ini melahirkan seekor bayi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Bayi burung pemangsa ini lahir dari pasangan Tuan dan Nyonya Ginten di sarang alami milik keluarga bahagia mereka pada 22 Maret lalu.

Yang lebih membahagiakan lagi, kelahiran bayi Elang ini termasuk unik, karena biasanya elang jawa hanya mampu melahirkan bayi sekali selama rentan waktu 2 tahun. Namun, keluarga Ginten ini mampu melahirkan dua ekor bayi selama dua tahun terakhir.

Sebagaimana dijelaskan KLHK, “Kelahiran elang jawa kali ini jauh lebih istimewa, karena menurut siklus seharusnya berkembang biak dalam 2 tahun hanya "melahirkan" 1 anak elang jawa.

Sedangkan jarak usia anak elang satu ini dengan anak sebelumnya (elang rajabi) hanya 1 tahun saja, sebuah berita gembira untuk populasi yang terbatas (langka) lho Sobat,” tutur tim media KLHK.

Karena masa perkembangbiakan yang terhitung lama ini, populasi Elang Jawa tak begitu banyak di alam liar. Selain itu, hewan ini hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa saja, sekaligus menjadikannya spesies burung elang khas Indonesia.

Lebih dekat dengan elang Jawa

Habitat pemangsa khas jawa ini banyak menetap di beberapa wilayah konservasi Taman Nasional di Pulau Jawa.  Selain Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, wilayah pengembangbiakan alamiah Elja juga terdapat di Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, Gunung Papandayan, Gunung Halimun dan Taman Nasional Alas Purwo.

Umumnya, burung ini menyimpan sarangnya di atas pohon yang paling tinggi di sekitar kawasan hutan alami. Hal ini untuk memudahkan Elja mengintai mangsa dari atas ketinggian. Selain itu, untuk menjaga keselamatan anak mereka dari ancaman pemangsa.

Elja sapaan akrabnya, memiliki ciri-ciri fisik yang membedakannya dengan jenis elang lain. Bentuk tubuh Elja sedikit langsing. Ukuran panjang tubuh burung ini bisa mencapai 60-70 cm, dengan lebar sayapnya rerata 110-130 cm untuk elang jawa dewasa.

Elang endemik pulau jawa ini memiliki bulu berwarna coklat terang di bagian badan dan hitam kecoklatan pada bulu bagian sayapnya. Sedang, ekornya berwarna coklat, dihiasi motif garis-garis hitam.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2